Diduga Timbun Rawa, Warga Tolak Stockpile PT SAS di Aur Kenali, Ancam Gelar Aksi Protes

Dengarkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Rencana pembangunan stockpile batu bara oleh PT Sinar Anugerah Sukses (SAS) di Kelurahan Aur Kenali, Kecamatan Telanaipura, Kota Jambi, memicu gelombang penolakan dari warga setempat.

Warga RT 03 secara tegas menolak proyek tersebut karena dinilai membahayakan lingkungan dan mengancam keselamatan permukiman.

Aktivitas pembukaan akses jalan menuju lokasi stockpile batu bara disebut mulai dilakukan baru-baru ini.

Jalan tersebut diduga akan melintasi kawasan rawa yang selama ini menjadi tampungan air saat musim hujan.

Baca juga:  Horee..! Kampung Bahagia Semakin Keren dengan Jaminan Sosial untuk Pekerja Kampung Bahagia

Dalam pesan yang beredar luas melalui WhatsApp, Ketua RT 03 Mahfuddin mengungkapkan keresahan warga.

Ia menyebutkan bahwa rawa-rawa di sekitar permukiman akan ditimbun untuk jalur angkutan batu bara, yang berpotensi memperparah banjir saat musim hujan.

“Kalau rawa-rawa ditimbun, dampaknya sangat mengkhawatirkan. Saat hujan lebat saja air sudah cepat naik. Kalau rawa hilang, bisa-bisa permukiman kami tenggelam,” tulis Mahfuddin.

Warga juga menyatakan telah menyampaikan keberatan mereka kepada berbagai pihak, termasuk Lurah Aur Kenali, Ketua Forum RT,  serta tokoh masyarakat setempat.

Baca juga:  Lapas Jambi Panen 300 Ikat Kangkung Dukung Ketahanan Pangan

Namun hingga saat ini, belum ada tindakan tegas dari pemerintah maupun instansi terkait.

Sebagai bentuk perlawanan, warga merencanakan aksi damai pada Minggu (6/7/2025) dengan memasang spanduk penolakan di sekitar lokasi proyek.

“Kami sudah rapat. Hari Minggu akan ada aksi. Warga akan pasang spanduk tolak penimbunan rawa dan aktivitas batu bara di sekitar permukiman,” ujar Mahfuddin.

Dari sekitar 80 Kepala Keluarga (KK) di RT 03, mayoritas menolak pembangunan stockpile PT SAS.

Baca juga:  Maulana dan Diza Genjot Peningkatan Skill Masyarakat Jambi! Melalui Program BALIKAT

Hanya sebagian kecil warga yang belum menyatakan sikap.

Satu unit alat berat disebut sudah mulai beroperasi di area belakang perumahan, yang menguatkan dugaan bahwa aktivitas pembangunan telah berjalan tanpa sosialisasi atau persetujuan warga.

Hingga berita ini dipublikasikan, belum ada tanggapan resmi dari pihak PT Sinar Anugerah Sukses maupun pemerintah Kota Jambi terkait tuntutan warga.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait