Lebih lanjut, Wawako Diza memaparkan sejumlah program inovatif Pemkot Jambi yang menjadi wujud nyata peningkatan pelayanan bagi masyarakat. Salah satunya adalah Call Center Bahagia 112, layanan kegawatdaruratan 24 jam yang dapat diakses masyarakat kapan saja.
“Layanan ini sangat vital, karena mampu memberikan respon cepat terhadap situasi darurat, baik di bidang medis maupun non-medis,” ungkapnya.
Selain itu, lanjutnya, Pemkot Jambi juga terus meningkatkan kualitas program Balap (Bahagia Layanan Anti Pungli) dan Apel Kota (Aparatur Melayani), yang dirancang untuk memperkuat integritas dan mendekatkan aparatur dengan masyarakat.
“Harapannya, manfaat dari program-program ini benar-benar bisa dirasakan secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat Kota Jambi,” pungkas Wawako Diza.
Sementara itu, dalam arahannya, Wakil Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Komjen. Pol. (Purn) Purwadi Arianto, mengatakan bahwa audiensi ini dilakukan untuk memastikan kerja keras Birokrasi di Provinsi Jambi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, dengan birokrasi yang harus semakin adaptif, serta berorientasi pada kebutuhan warga.
“Kegiatan hari ini kita laksanakan karena Jambi memiliki potensi besar untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih dekat, cepat dan memberikan dampak pada masyarakat luas ke depan, karena Birokrasi bukan sekedar mengurus administrasi semata tetapi juga membangun keadilan dan kepercayaan,”katanya.
Ia menegaskan, dalam menyongsong Indonesia Emas 2045, dunia bergerak dengan sangat cepat dan penuh tantangan. Oleh karena itu, birokrasi dituntut untuk semakin lincah, adaptif, serta visioner, agar mampu mengantarkan Indonesia menuju kemajuan yang inklusif dan berkelanjutan.
“Maka dari itu, Pemerintah terus berkomitmen menghadirkan berbagai program prioritas yang menyentuh kebutuhan dasar rakyat, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, Sekolah Rakyat (SR), Koperasi Desa Merah Putih, hingga program Perumahan Rakyat,” tegasnya.







