-
Korban meninggal dunia: 5 orang (-85% dibanding 2025)
-
Korban luka-luka: 121 orang (-12%)
-
Nilai santunan turun 87%
Tidak terdapat korban meninggal dari penumpang angkutan umum, menandakan peningkatan signifikan keselamatan transportasi.
Meski berjalan lancar, BPTD Jambi mencatat beberapa hal yang perlu perhatian:
-
Pelanggaran operasional angkutan barang
-
Praktik menaik-turunkan penumpang di titik tidak resmi
-
Operasional travel gelap (angkutan ilegal)
-
Kapal penyeberangan rakyat <7 GT belum memiliki izin operasional dan perlindungan asuransi
Ke depan, BPTD Kelas II Jambi akan memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah, KSOP, dan Jasa Raharja untuk pengawasan keselamatan, perizinan, serta perlindungan penumpang.
“Alhamdulillah, penyelenggaraan Angkutan Lebaran 2026 di Provinsi Jambi berjalan aman dan lancar. Semua ini berkat sinergi pemangku kepentingan,” ujar Kepala BPTD Kelas II Jambi.
BPTD Kelas II Jambi berkomitmen meningkatkan pelayanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan berkelanjutan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung sistem transportasi nasional.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







