SEPUCUKJAMBI.ID – Rambut rontok kerap dikaitkan dengan pertambahan usia, faktor genetika, atau kesalahan dalam memilih produk perawatan.
Namun, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa stres emosional maupun fisik yang berlangsung dalam waktu lama juga dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut dan memicu kerontokan lebih banyak dari biasanya.
Kondisi ini dikenal sebagai telogen effluvium, yaitu keadaan ketika tubuh mendorong lebih banyak folikel rambut masuk ke fase istirahat akibat tekanan berat pada sistem tubuh.
Akibatnya, rambut tidak tumbuh sebagaimana mestinya dan lebih mudah rontok.
Menurut Mayo Clinic dan Cleveland Clinic, telogen effluvium terjadi saat siklus rambut normal fase tumbuh (anagen), istirahat (telogen), dan rontok (exogen) mengalami gangguan akibat stres tinggi.
Dalam kondisi ini, tubuh meningkatkan hormon tertentu, seperti kartisol, yang dapat mengganggu suplai nutrisi ke folikel rambut, memaksa folikel lebih cepat ke fase telogen, dan memperlambat pertumbuhan rambut baru.
Akibatnya, dalam beberapa minggu hingga bulan kemudian, rambut akan tampak rontok lebih banyak terutama saat keramas atau menyisir.
Sejalan dengan itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggolongkan stres sebagai faktor signifikan yang tidak hanya memengaruhi kesehatan mental, tetapi juga sistem fisiologis tubuh, termasuk rambut, kulit, dan keseimbangan hormon.
Tanda-tanda rambut rontok akibat stres sering dialami oleh individu yang berada dalam tekanan tinggi, seperti pekerja profesional, orang tua, maupun pelajar.
Beberapa gejala yang umum dirasakan antara lain:
- Rambut rontok lebih banyak dari biasanya saat mandi atau menyisir rambut
- Penipisan rambut secara menyeluruh, bukan hanya di satu area tertentu
- Kerontokan mulai terasa beberapa minggu setelah mengalami stres berat
Cara mengelola stres untuk menjaga rambut tetap sehat
1. Tidur yang cukup dan berkualitas
Tidur berperan penting dalam menstabilkan hormon stres dan memulihkan siklus pertumbuhan rambut.
Kurang tidur dapat memicu lonjakan kortisol, yang pada akhirnya memperburuk gangguan pada siklus rambut.







