Wali Kota Cup 2026 Dibuka, Maulana Soroti Peluang Prestasi Tenis Meja bagi Pelajar

Wali Kota Cup 2026 mempertemukan atlet tenis meja dari Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung. Kejuaraan berlangsung di tengah kabut asap.
Dengarkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Sekitar 200 atlet dari berbagai kelompok usia mengikuti Kejuaraan Tenis Meja Wali Kota Cup 2026 di atrium Lippo Plaza Jambi, Jumat 9 Oktober 2026.

Kompetisi ini menjadi ajang pembinaan atlet sekaligus mempertemukan peserta dari sejumlah daerah di Provinsi Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung.

Wali Kota Jambi Maulana membuka kejuaraan tersebut di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Jambi.

Pemilihan lokasi pertandingan di dalam pusat perbelanjaan menjadi salah satu upaya menyediakan ruang bertanding yang nyaman bagi para atlet.

Dalam sambutannya, Maulana mengapresiasi panitia, pengurus Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Kota Jambi, serta manajemen Lippo Plaza Jambi yang mendukung penyelenggaraan kompetisi.

“Kita bersyukur dapat berkumpul dalam keadaan sehat untuk membuka Kejuaraan Tenis Meja Wali Kota Cup 2026. Terima kasih kepada manajemen Lippo Plaza Jambi yang telah menyediakan tempat sehingga anak-anak dan para atlet dapat bertanding dengan nyaman di dalam ruangan, meskipun kondisi di luar sempat diselimuti kabut asap,” ujar Maulana.

Kejuaraan Wali Kota Cup 2026 melibatkan peserta dari kategori pelajar hingga senior.

Baca juga:  Asap Karhutla dari Luar Kepung Kota Jambi, ISPA Melonjak 600 Kasus dalam Sepekan

Berdasarkan data panitia, peserta mencakup 38 atlet SD putra dan putri, 37 atlet SMP putra dan putri, 43 peserta senior non-Porda/Porprov, serta 48 peserta ganda non-Porda/Porprov yang terbagi dalam 24 pasangan.

Panitia juga mencatat keikutsertaan atlet dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi, serta peserta dari Bengkulu dan Bangka Belitung.

Keikutsertaan atlet lintas daerah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, dan menghadapi lawan dengan tingkat persaingan yang beragam.

Ketua panitia sekaligus Ketua PTMSI Kota Jambi, Ridho Utama, mengapresiasi dukungan pemerintah daerah, Dinas Pemuda dan Olahraga, KONI Kota Jambi, manajemen Lippo Plaza Jambi, serta para sponsor.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak. Antusiasme peserta tahun ini sangat baik, dengan keikutsertaan atlet dari berbagai daerah di Provinsi Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung,” kata Ridho.

Maulana menegaskan bahwa kejuaraan olahraga tidak semata-mata mengejar kemenangan dan trofi.

Menurutnya, latihan dan kompetisi juga dapat membentuk kedisiplinan, kepercayaan diri, daya juang, serta kebiasaan hidup sehat pada anak-anak dan remaja.

Ia mendorong orang tua dan lingkungan pendidikan untuk mengarahkan energi generasi muda ke kegiatan positif, termasuk latihan olahraga secara rutin dan partisipasi dalam kompetisi.

Baca juga:  Kota Jambi Gandeng Osaka Jepang, Tingkatkan Kualitas dan Kapasitas Air Minum

“Anak-anak kita memiliki energi yang luar biasa. Karena itu, perlu disalurkan melalui kegiatan positif seperti olahraga. Dengan latihan dan mengikuti turnamen, kita membentuk fisik yang sehat, mental yang tangguh, rasa percaya diri, serta semangat untuk terus belajar dan berprestasi,” ujarnya.

Pembinaan berkelanjutan menjadi faktor penting agar kejuaraan tidak berhenti sebagai agenda tahunan.

Latihan terarah, pendampingan pelatih, dan kesempatan mengikuti kompetisi secara berkala dapat membantu atlet mengembangkan kemampuan secara bertahap.

Selain pembinaan atlet, Maulana menyoroti manfaat prestasi olahraga bagi pelajar.

Ia menyebut para pemenang akan menerima trofi dan sertifikat yang dapat menjadi bukti pencapaian dalam mendukung pendaftaran pendidikan melalui jalur prestasi, sesuai persyaratan yang berlaku.

“Sertifikat kejuaraan ini memiliki nilai penting bagi anak-anak kita. Saya berharap, prestasi yang diraih dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan dan meraih kesempatan yang lebih baik dalam pendidikan maupun olahraga,” tambahnya.

Meski demikian, penggunaan sertifikat kejuaraan untuk seleksi pendidikan tetap bergantung pada aturan penerimaan peserta didik atau mahasiswa, tingkat kompetisi, serta persyaratan prestasi yang ditetapkan oleh masing-masing penyelenggara pendidikan.

Baca juga:  Kejutan Besar! Barcelona dan Liverpool Kalah di Leg Pertama

Karena itu, pelajar perlu memahami ketentuan yang berlaku agar dapat memanfaatkan bukti prestasi secara tepat.

Wali Kota Cup 2026 diharapkan menjadi salah satu ruang pembinaan untuk memperluas partisipasi masyarakat dalam olahraga tenis meja dan mendorong lahirnya atlet berprestasi dari Kota Jambi.

Tantangan berikutnya ialah memastikan atlet berbakat memperoleh pembinaan setelah kompetisi berakhir.

Evaluasi hasil pertandingan, program latihan, dan agenda kompetisi lanjutan dapat membantu menjaga perkembangan kemampuan para peserta.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jambi Erwandi, Direktur Utama PDAM Tirta Mayang Arianto, Ketua KONI Kota Jambi Antoni Karia Gumay, Kasatpol PP Kota Jambi Iper Riyansuni, Manager Lippo Plaza Jambi Santoso Panggabean, para orang tua atlet, serta undangan lainnya.

Melalui kejuaraan ini, Pemerintah Kota Jambi berharap semangat sportivitas dan pembinaan olahraga semakin berkembang sehingga atlet daerah memiliki kesempatan untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi yang lebih tinggi.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait