JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota Jambi melanjutkan Program Kampung Bahagia Tahap II Tahun 2026 dengan sasaran 787 rukun tetangga (RT).
Di tengah pelaksanaan program tersebut, Wali Kota Jambi, Maulana juga merespons keluhan warga mengenai kesulitan air bersih akibat musim kemarau dengan menyalurkan bantuan satu tangki air melalui Perumdam Tirta Mayang.
Respons itu muncul saat Maulana mengunjungi RT 15, Kelurahan Eka Jaya, Kecamatan Paal Merah, Sabtu 10 Oktober 2026.
Dalam kunjungan tersebut, ia menyerahkan hasil pelaksanaan Program Kampung Bahagia kepada masyarakat melalui Ketua RT 15, Agus Purwanto.
Sebelum penyerahan bantuan, Maulana bersama jajaran perangkat daerah, camat, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan Ketua Forum RT Kecamatan mengikuti salat Subuh berjamaah di Masjid Jami’atul Babussalam, Kecamatan Paal Merah.
Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan bagi pemerintah kota untuk mendengar langsung kebutuhan masyarakat, termasuk persoalan ketersediaan air bersih yang mengganggu aktivitas warga selama musim kemarau.
Maulana menjelaskan bahwa Program Kampung Bahagia bertujuan mendukung kebutuhan lingkungan, sosial, dan ekonomi masyarakat di tingkat RT.
Melalui program ini, warga memperoleh sarana yang dapat digunakan untuk menunjang kegiatan bersama dan meningkatkan kualitas lingkungan permukiman.
Bantuan yang diserahkan kepada masyarakat RT 15 meliputi gerobak motor untuk operasional pengelolaan sampah berbasis masyarakat (OPBM), alat pemotong rumput, peralatan pendukung kegiatan ekonomi, genset, serta perlengkapan sosial kemasyarakatan lainnya.
“Alhamdulillah, hari ini kita menyerahkan berbagai sarana dan prasarana melalui Program Kampung Bahagia agar dapat dimanfaatkan langsung oleh masyarakat. Kami berharap seluruh barang ini dijaga dan digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan bersama,” ujar Maulana.
Pada Tahap II Tahun 2026, program tersebut menyasar 787 RT di seluruh Kota Jambi.
Sementara itu, pemerintah kota melaporkan bahwa Tahap I telah menjangkau 797 RT dengan tingkat penyelesaian mencapai 100 persen.
Maulana berharap pelaksanaan Tahap II berjalan sesuai rencana.
Ia juga mendorong masyarakat berperan aktif dalam memanfaatkan dan merawat fasilitas yang telah disediakan agar manfaat program dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Dengan cakupan ratusan RT, efektivitas program tidak hanya bergantung pada penyaluran sarana, tetapi juga pada ketepatan kebutuhan, pemanfaatan fasilitas, dan pemeliharaan oleh masyarakat.
Selain menyerahkan sarana Program Kampung Bahagia, Maulana menerima laporan warga mengenai kesulitan memperoleh air bersih akibat kemarau berkepanjangan.
Menanggapi keluhan tersebut, Pemerintah Kota Jambi melalui Perumdam Tirta Mayang menyalurkan satu tangki air bersih untuk membantu memenuhi kebutuhan warga terdampak.
“Hari ini kami juga langsung menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kekeringan dengan mendistribusikan bantuan air bersih. Insyaallah, air bersih ini dapat segera dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga,” kata Maulana.
Penyaluran tersebut menjadi langkah bantuan langsung bagi warga yang mengalami kesulitan air.
Namun, kebutuhan air bersih selama kemarau juga memerlukan pemantauan berkelanjutan, terutama jika kondisi kekeringan berlangsung lebih lama.
Keterangan mengenai jumlah keluarga terdampak, volume air yang disalurkan, serta kemungkinan distribusi lanjutan belum tercantum dalam informasi kegiatan.
Data tersebut dapat memperjelas skala kebutuhan warga dan kecukupan bantuan yang diberikan.
Ketua RT 15, Agus Purwanto, mengapresiasi pelaksanaan Program Kampung Bahagia di wilayahnya.
Ia menilai bantuan yang diterima memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Kami sangat berterima kasih atas adanya Program Kampung Bahagia. Alhamdulillah, masyarakat RT 15 dapat merasakan dan menikmati manfaat program ini,” ujar Agus.
Ia juga menyatakan kesiapan warga untuk berpartisipasi dalam mendukung program agar manfaatnya dapat dipertahankan dalam jangka panjang.
Program Kampung Bahagia menjadi salah satu upaya Pemkot Jambi dalam memperkuat partisipasi masyarakat di tingkat lingkungan.
Ke depan, keberhasilan program perlu terlihat dari pemanfaatan fasilitas, perbaikan kondisi lingkungan, dan kemampuan warga memenuhi kebutuhan bersama.
Sementara itu, respons terhadap keluhan air bersih menunjukkan pentingnya pelayanan yang mampu menjangkau kebutuhan mendesak masyarakat.
Pemerintah kota berharap program pembangunan berbasis RT dan pelayanan dasar dapat berjalan beriringan untuk meningkatkan kesejahteraan warga Kota Jambi.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







