JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Jarak pandang di Bandara Sultan Thaha Jambi terpantau hanya 500 meter pada Jumat 9 Oktober 2026 pukul 06.00 WIB.
Meski jarak pandang terbatas, penerbangan Batik Air tujuan Jakarta tetap berangkat pada pagi hari.
Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Iksan Pulungan, menyampaikan bahwa jarak pandang di bandara tercatat 500 meter pada pukul 06.00 WIB.
Di tengah kondisi tersebut, pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID 6807 tujuan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta (CGK), berangkat pada pukul 06.10 WIB.
“Saat ini terpantau jarak pandang hanya 500 meter pada pukul 06.00 WIB. Pergerakan pesawat, Batik Air ID 6807 tujuan Jakarta (CGK), sudah berangkat pada pukul 06.10 WIB,” ujar Iksan Pulungan.
Ia menjelaskan, pesawat tersebut merupakan pesawat ex-RON atau pesawat yang menginap di bandara setelah penerbangan hari sebelumnya.
Kondisi ini memungkinkan pesawat memulai penerbangan pagi dari Bandara Sultan Thaha.
Jarak pandang terbatas, kondisi penerbangan perlu dipantau
Jarak pandang merupakan salah satu faktor penting dalam operasional penerbangan, terutama saat pesawat melakukan lepas landas dan pendaratan.
Kondisi aktual di bandara menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan operasional sesuai prosedur keselamatan penerbangan.
Keberangkatan Batik Air ID 6807 pada pukul 06.10 WIB menjadi pergerakan pesawat yang terkonfirmasi di tengah kondisi jarak pandang 500 meter tersebut.
Namun, informasi itu belum cukup untuk menyimpulkan bahwa seluruh penerbangan lain berjalan normal atau tidak mengalami perubahan jadwal.
Status setiap penerbangan tetap perlu dipastikan melalui pihak bandara maupun maskapai.
Calon penumpang yang hendak bepergian dari Bandara Sultan Thaha Jambi diimbau memantau informasi penerbangan terbaru sebelum menuju bandara, terutama jika kondisi jarak pandang masih terbatas.
Pengecekan berkala penting untuk mengantisipasi perubahan jadwal serta memastikan penumpang memperoleh informasi sesuai kondisi operasional terkini.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







