Kapolresta Jambi Ananto Herlambang dan Cara Baru Merangkul Energi Anak Muda

Kapolresta Jambi, Kombes Pol Ananto Herlambang
Dengarkan

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID — Ring tinju di GOR Jambi bukan hanya menjadi tempat para fighter menguji kemampuan.

Di balik pertarungan yang berlangsung dengan aturan dan pengawasan wasit, muncul pesan yang lebih luas: energi anak muda perlu mendapat ruang yang positif.

Pesan itu terlihat dalam pelaksanaan Kapolda Fighter Match di GOR Jambi.

Ajang tersebut mempertemukan para fighter sekaligus menjadi ruang bagi generasi muda untuk menyalurkan keberanian, semangat kompetitif, dan energi mereka melalui olahraga.

Di balik persiapan hingga pelaksanaan kegiatan, Kapolresta Jambi Kombes Pol Ananto Herlambang, S.I.K., M.M. turut mengambil bagian.

Ananto memilih pendekatan yang dekat dengan anak muda.

Ia berkomunikasi secara cair dengan peserta dan generasi muda yang hadir di arena, tanpa menciptakan jarak kaku antara aparat kepolisian dan masyarakat.

Pendekatan itu menjadi bagian penting dari pesan yang dibawa melalui kegiatan tersebut.

Anak muda membutuhkan ruang untuk mengekspresikan keberanian dan kemampuan. Namun, ruang tersebut harus memiliki aturan dan mampu membangun karakter.

Tinju menjadi salah satu pilihan.

Di atas ring, seorang fighter memang dituntut berani. Tetapi keberanian itu berjalan bersama disiplin.

Ada aturan pertandingan, ada wasit, ada batas yang harus dihormati, serta ada lawan yang tetap harus dihargai.

Konsep tersebut berbeda jauh dengan tawuran di jalanan yang dapat menimbulkan korban dan merugikan orang lain yang tidak terlibat.

Karena itu, olahraga menjadi salah satu pendekatan untuk mengarahkan energi anak muda ke aktivitas yang lebih terukur.

Bukan Sekadar Pertandingan

Kapolda Fighter Match tidak berhenti pada pertarungan antar-fighter.

Atmosfer pertandingan juga menjadi ruang untuk membangun nilai sportivitas, disiplin, kepercayaan diri, dan penghormatan terhadap aturan.

Peserta dituntut bertanding secara fair sekaligus menerima hasil pertandingan dengan sikap sportif.

Bagi kepolisian, pendekatan semacam ini membuka ruang komunikasi yang berbeda dengan generasi muda.

Pesan tentang keamanan dan ketertiban tidak selalu harus disampaikan melalui pendekatan formal.

Ketika polisi hadir dalam ruang yang dekat dengan keseharian anak muda, komunikasi dapat berlangsung lebih cair.

Hal itu terlihat dari cara Ananto berinteraksi dengan peserta dan anak-anak muda di sekitar arena.

Kehadirannya tidak hanya sebagai pejabat kepolisian yang menghadiri sebuah kegiatan, tetapi juga sebagai bagian dari ruang interaksi yang mempertemukan polisi, atlet, komunitas olahraga, dan generasi muda.

image_pdfimage_print
Baca juga:  Kenali 9 Manfaat Padel untuk Kebugaran dan Koordinasi Tubuh

Pos terkait