JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Kabut asap yang menyelimuti Kota Jambi mulai mengganggu konektivitas udara.
Dua penerbangan dari Jakarta menuju Bandara Sultan Thaha Jambi, yakni Citilink QG960 dan Garuda Indonesia GA126, mengalami penundaan keberangkatan dari Bandara Soekarno-Hatta, Rabu 30 September 2026.
Kedua pesawat masih menunggu perkembangan kondisi cuaca dan jarak pandang di Bandara Sultan Thaha sebelum diberangkatkan menuju Jambi.
Informasi dari pihak Bandara Sultan Thaha menyebutkan, Citilink QG960 yang dijadwalkan berangkat dari Jakarta pukul 10.25 WIB mengalami delay.
Kondisi serupa terjadi pada Garuda Indonesia GA126 yang memiliki jadwal keberangkatan pukul 10.35 WIB.
Penundaan tersebut berkaitan dengan kondisi minimum visibility di Jambi akibat asap.
Branch Communication Bandara Sultan Thaha Jambi, Ikhsan Pulungan, mengatakan kondisi kabut asap masih menjadi faktor yang dipantau dalam operasional penerbangan.
“Kalau untuk penerbangan dari Jakarta menuju Jambi, saat ini ada informasi delay karena masih menunggu update cuaca di Jambi akibat minimum visibility atau asap,” ujar Ikhsan, Rabu 30 September 2026.
Jarak Pandang Sempat Hanya 800 Meter
Kabut asap mulai terlihat cukup tebal di kawasan Bandara Sultan Thaha sejak pagi.
Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap jarak pandang atau visibility di sekitar bandara.
Pada pukul 06.00 WIB, visibility tercatat hanya sekitar 800 meter. Satu jam kemudian kondisi membaik menjadi 1.000 meter dan kembali meningkat menjadi 1.500 meter pada pukul 08.00 WIB.
Meski menunjukkan tren perbaikan, perubahan visibility tetap menjadi perhatian dalam operasional penerbangan, terutama untuk proses pendaratan.
Menurut Ikhsan, kondisi visual untuk pesawat melakukan lepas landas masih memungkinkan. Namun, jarak pandang menjadi tantangan tersendiri ketika pesawat akan melakukan pendaratan.
“Kalau untuk lepas landas, kondisi visualnya untuk naik atau take off masih bisa. Yang menjadi tantangan dengan kondisi saat ini adalah visual pilot untuk pendaratan,” jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







