JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Universitas Jambi (UNJA) mendorong mahasiswa peserta Kuliah Kerja Nyata (KKN) Reguler Semester Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 untuk tidak hanya hadir sebagai pengabdi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak pelestarian budaya lokal melalui teknologi digital.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pembekalan Mahasiswa KKN yang digelar Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNJA di Aula A. Hakim Lubis, LPPM UNJA Mendalo, Rabu 5 Agustus 2026.
Mengusung tema “Digitalisasi Warisan Budaya Lokal sebagai Penguatan Identitas Desa”, program KKN tahun ini diarahkan agar mahasiswa mampu menggali potensi budaya di desa tempat mereka mengabdi, kemudian mengemasnya dalam bentuk digital agar lebih dikenal luas.
Sekretaris LPPM UNJA, Drs. Marzul Hidayat, M.A., Ph.D., yang mewakili Ketua LPPM UNJA, mengatakan KKN merupakan bagian penting dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa tidak hanya dituntut menyelesaikan kewajiban akademik, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“KKN bukan sekadar memenuhi kewajiban akademik, tetapi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki dalam membantu menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tema digitalisasi warisan budaya lokal dipilih karena banyak desa memiliki potensi budaya yang belum terdokumentasi secara optimal.
Melalui keterampilan teknologi yang dimiliki mahasiswa, kekayaan budaya tersebut diharapkan dapat dikemas menjadi informasi digital yang mampu memperkuat identitas desa sekaligus membuka peluang pengembangan potensi lokal.
“Mahasiswa diharapkan mampu menggali potensi desa, mendokumentasikan kekayaan budaya, sekaligus memperkuat identitas desa melalui pemanfaatan teknologi digital,” katanya.
Mahasiswa Dibekali Strategi Pengabdian
Koordinator Pusat Pelayanan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UNJA, Dr. M. Ridwansyah, S.E., M.Sc., mengatakan pembekalan menjadi tahapan penting sebelum mahasiswa diterjunkan langsung ke masyarakat.
Menurutnya, mahasiswa perlu memahami berbagai aspek mulai dari teknis pelaksanaan KKN, etika bermasyarakat, hingga penyusunan program kerja yang sesuai dengan kebutuhan desa.
“Mahasiswa tidak hanya dituntut untuk mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga mampu mendokumentasikan dan mempromosikan kekayaan budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi digital sehingga warisan budaya tersebut dapat dikenal lebih luas dan tetap lestari,” jelas Ridwansyah.
Ia berharap tema KKN tahun ini dapat menjadi pedoman mahasiswa dalam merancang program yang inovatif, kreatif, dan memiliki keberlanjutan setelah masa pengabdian selesai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







