SEPUCUKJAMBI.ID – Grup F Piala Dunia 2026 menjadi salah satu grup yang paling menarik perhatian karena dihuni oleh empat tim dengan karakter permainan yang sangat berbeda.
Belanda, Jepang, Swedia, dan Tunisia sama-sama membawa komposisi skuad yang solid.
Berisi kombinasi pemain muda berbakat dan pemain berpengalaman yang sudah matang di level Eropa maupun dunia.
Belanda: Kedalaman Skuad dan Kualitas Individu yang Merata
Belanda kembali tampil sebagai salah satu tim dengan skuad paling seimbang di Eropa.

Di sektor penjaga gawang, mereka memiliki Bart Verbruggen (Brighton) yang mulai menjadi pilihan utama, serta Mark Flekken (Bayer Leverkusen) dan Robin Roefs (Sunderland) sebagai pelapis.
Lini belakang Belanda terlihat sangat kokoh dengan nama besar seperti Virgil van Dijk (Liverpool) sebagai pemimpin pertahanan.
Ia didukung oleh Nathan Aké (Manchester City), Denzel Dumfries (Inter Milan), serta generasi baru seperti Jorrel Hato (Chelsea) dan Jurrien Timber (Arsenal).
Di lini tengah, Belanda memiliki kombinasi kreativitas dan fisik melalui Frenkie de Jong (Barcelona), Ryan Gravenberch (Liverpool), Teun Koopmeiners (Juventus), hingga Tijjani Reijnders (Manchester City).
Sementara di lini depan, Belanda dikenal memiliki banyak opsi tajam seperti Cody Gakpo (Liverpool), Memphis Depay (Corinthians), Donyell Malen (Roma), hingga Noa Lang (Galatasaray).
Kedalaman skuad ini membuat Belanda menjadi salah satu favorit kuat di grup ini.
Jepang: Generasi Emas yang Semakin Matang di Eropa
Jepang datang dengan skuad yang semakin kuat dan berpengalaman di level klub top Eropa.

Di posisi kiper, Zion Suzuki (Parma) menjadi salah satu nama yang diproyeksikan sebagai masa depan tim.
Lini pertahanan Jepang diperkuat oleh pemain-pemain seperti Takehiro Tomiyasu (Ajax), Hiroki Ito (Bayern Munich), dan Ko Itakura (Ajax) yang dikenal disiplin dan konsisten.
Di lini tengah, Jepang memiliki banyak pemain kreatif dan dinamis seperti Wataru Endo (Liverpool), Daichi Kamada (Crystal Palace), Ritsu Doan (Eintracht Frankfurt), hingga Takefusa Kubo (Real Sociedad) yang menjadi motor serangan utama.
Di lini depan, Jepang mengandalkan kecepatan dan efektivitas melalui Daizen Maeda (Celtic) dan Ayase Ueda (Feyenoord). Jepang kerap disebut sebagai tim yang bisa memberikan kejutan di turnamen besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







