MEDAN, SEPUCUKJAMBI.ID — Pemerintah Kota (Pemko) Medan memastikan bahwa bantuan beras sebanyak 30 ton tetap disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan, setelah sebelumnya sempat direncanakan akan dikembalikan.
Bantuan tersebut kini diserahkan kepada organisasi Muhammadiyah yang akan menyalurkan langsung ke warga terdampak.
Wali Kota Medan, Bobby Nasution, menegaskan bahwa Pemko Medan hanya berperan dalam tahap penyerahan bantuan.
Sedangkan mekanisme distribusi sepenuhnya menjadi tanggung jawab Muhammadiyah sebagai lembaga kemanusiaan yang berpengalaman.
Keputusan ini diambil melalui koordinasi dan klarifikasi terkait prosedur penyaluran bantuan.
“Pemko Medan menyerahkan bantuan ke Muhammadiyah. Proses distribusi sepenuhnya mereka yang mengelola,” jelas Bobby Nasution.
Rencana awal pengembalian bantuan beras sempat menjadi sorotan publik, karena adanya keraguan soal mekanisme penerimaan bantuan dan prosedur administrasi.
Namun, setelah evaluasi dan komunikasi intensif dengan berbagai pihak, diputuskan bahwa bantuan tetap disalurkan untuk memenuhi kebutuhan warga.
Pemko Medan menekankan bahwa pertimbangan utama dalam penyaluran adalah kondisi sosial dan kebutuhan pangan masyarakat, terutama di tengah tekanan ekonomi dan dampak bencana di sejumlah wilayah.
Bantuan beras ini diharapkan dapat meringankan beban masyarakat berpenghasilan rendah.
Dengan melibatkan Muhammadiyah, pemerintah berharap proses distribusi dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran.
Muhammadiyah dianggap memiliki pengalaman dan jaringan yang luas dalam penyaluran bantuan kemanusiaan, khususnya di situasi darurat.
Pemko Medan menegaskan komitmen untuk menjaga transparansi dan akuntabilitas setiap penyaluran bantuan.
Koordinasi dengan organisasi penyalur akan terus dilakukan agar bantuan diterima oleh masyarakat yang berhak tanpa menimbulkan polemik di kemudian hari.(*)







