Kawasan tersebut saat ini tengah disiapkan oleh Pemerintah Kota Jambi untuk dikembangkan menjadi alun-alun kota sebagai ruang publik multifungsi.
Kehadiran alun-alun ini nantinya diharapkan menjadi wadah ekspresi dan kreativitas anak-anak muda, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku UMKM dan sektor ekonomi kreatif.
Dalam keterangannya usai melakukan peninjauan, Wali Kota Maulana, menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Jambi memiliki rencana jangka menengah untuk menata kawasan hasil normalisasi sungai menjadi kawasan wisata air yang estetis dan bernilai ekonomi.
“Nantinya kawasan ini akan kita kembangkan bersama pihak Balai menjadi kawasan wisata air terpadu. Di dalamnya akan dilengkapi dengan fasilitas air mancur yang menyala indah pada malam hari. Ini merupakan bentuk kolaborasi lintas instansi. Kami berharap bisa tetap konsisten dan fokus pada setiap tahapan pengerjaannya,” ujar Wali Kota Maulana.
Ia juga menekankan, bahwa program normalisasi sungai yang dijalankan bukan semata-mata untuk penanganan banjir, tetapi juga memperhitungkan dampak lanjutan yang positif bagi masyarakat dan tata kota.
“Penataan ini akan berdampak pada lahirnya kawasan wisata baru yang terletak tidak jauh dari Kantor Wali Kota, dan akan dilengkapi dengan fasilitas publik seperti jogging track dan ruang terbuka hijau yang nyaman bagi warga,” tambahnya.
Wali Kota Jambi, Maulana, mengungkapkan bahwa upaya penanganan banjir di Kota Jambi saat ini menunjukkan kemajuan signifikan berkat kolaborasi yang solid antara pemerintah, pemangku kepentingan, dunia usaha, dan masyarakat.
Sinergi lintas sektor ini menjadi kunci dalam mempercepat realisasi berbagai program infrastruktur pengendalian banjir.
“Alhamdulillah, di sejumlah lokasi masyarakat dengan ikhlas menghibahkan lahannya untuk kepentingan publik. Seperti di belakang Kantor BPK, masyarakat menyerahkan lahan seluas 132 meter, dan di kawasan dekat Perumahan Safira, berhasil dibebaskan lahan seluas 30 tumbuk,” ungkap Maulana.
Terkait dengan penanganan banjir di kawasan Perumahan Safira, Maulana menjelaskan bahwa pemerintah akan merehabilitasi tanggul sungai di wilayah tersebut sepanjang 62 meter dengan lebar 4,5 meter.







