Tips Mencegah Sembelit Saat Berpuasa, Pencernaan Lancar dan Tubuh Bugar

Sembelit saat puasa sering membuat perut kembung dan BAB sulit. Simak penyebab, gejala, dan cara mencegahnya secara alami agar pencernaan lancar dan ibadah tetap nyaman.

SEPUCUKJAMBI.ID – Menjalani puasa membawa manfaat bagi tubuh dan jiwa, tetapi perubahan pola makan dan jam aktivitas sering memengaruhi sistem pencernaan.

Salah satu masalah yang umum terjadi adalah sembelit, kondisi ketika frekuensi buang air besar berkurang atau feses menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Sembelit bisa membuat perut kembung, tidak nyaman, bahkan nyeri saat duduk atau beraktivitas.

Penyebab Sembelit Saat Puasa

Sembelit saat berpuasa biasanya muncul karena beberapa faktor:

  1. Durasi puasa yang panjang – Feses berada lebih lama di usus besar sehingga tubuh menyerap lebih banyak air, membuat tekstur feses keras.

  2. Kurangnya asupan cairan – Saat sahur dan berbuka, jika tubuh tidak cukup terhidrasi, risiko sembelit meningkat.

  3. Kurang aktivitas fisik – Gerakan usus melambat ketika tubuh jarang bergerak, sehingga pencernaan kurang lancar.

Baca juga:  Ambeien Bisa Dicegah! Simak Cara Merawat dan Mengurangi Gejala

Gejala Sembelit yang Perlu Diwaspadai

  • Frekuensi buang air besar menurun

  • Feses keras atau kering

  • Rasa tidak tuntas saat BAB

  • Perut kembung atau nyeri

  • Harus mengejan kuat saat buang air besar

Mendeteksi gejala lebih awal sangat penting agar tindakan pencegahan dapat dilakukan sebelum masalah memburuk.

Cara Mencegah dan Mengatasi Sembelit Saat Puasa

  1. Penuhi kebutuhan cairan – Minum cukup air saat sahur, berbuka, dan malam hari. Jus buah tanpa gula atau sup bening juga membantu.

  2. Konsumsi makanan berserat tinggi – Buah, sayuran, kacang-kacangan, dan beras merah dapat mendorong gerakan usus lebih lancar.

  3. Batasi minuman berkafein dan soda – Minuman ini bersifat diuretik dan bisa memicu dehidrasi.

  4. Olahraga ringan – Jalan kaki, stretching, atau squat santai merangsang pergerakan usus.

  5. Jangan menunda BAB – Menahan buang air besar membuat feses semakin keras.

  6. Kelola stres dan rileks – Aktivitas ringan seperti membaca, mendengarkan musik, atau latihan pernapasan membantu pencernaan tetap lancar.

Baca juga:  Jahe, Solusi Alami untuk Mual, Nyeri Otot, dan Tubuh Lebih Sehat

Jika sembelit tetap muncul meski sudah menerapkan cara di atas, atau disertai gejala serius seperti nyeri hebat, darah pada feses, atau penurunan berat badan drastis, segera konsultasikan ke dokter.

Tenaga medis dapat memberi saran penggunaan obat pencahar yang aman saat puasa.

Baca juga:  Cengkeh dan Manfaatnya bagi Kesehatan Wanita, dari Nyeri Haid hingga Relaksasi

Dengan menjaga asupan cairan, serat, olahraga ringan, dan relaksasi, sembelit saat puasa bisa dicegah. Tubuh tetap bugar, pencernaan sehat, dan ibadah pun lebih nyaman.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait