SPPG Sengeti Dihentikan Sementara! Satgas MBG Muaro Jambi Keluarkan 9 Rekomendasi Tegas

Satgas MBG Muaro Jambi keluarkan 9 rekomendasi tegas untuk SPPG Sengeti setelah makanan terkontaminasi bakteri E. coli dan Staphylococcus. Dapur sementara dihentikan untuk perbaikan hygiene dan SOP produksi makanan massal.

SENGETI, SEPUCUKJAMBI.ID  – Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Muaro Jambi mengeluarkan sembilan rekomendasi tegas untuk pengelola Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti, Kecamatan Sekernan, setelah hasil uji laboratorium menemukan kontaminasi bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.

Sekretaris Satgas MBG Muaro Jambi, Ardanus, menegaskan, semua rekomendasi harus segera dijalankan oleh Yayasan Aziz Rukiyah Amanah selaku pengelola dapur.

“Ini bukan sekadar catatan evaluasi. Semua poin wajib dijalankan dan akan kami pantau langsung di lapangan,” kata Ardanus, Kamis (5/3/2026).

Menurutnya, temuan bakteri ini mengindikasikan kelemahan dalam sistem higiene dan sanitasi dapur. Produksi makanan massal menuntut prosedur ketat dan terdokumentasi dengan baik.

Baca juga:  Insiden MBG Kudus: BGN Siapkan Sanksi Administratif dan Evaluasi Nasional

“Jika SOP tidak diterapkan secara konsisten, risiko kontaminasi sangat tinggi, apalagi untuk konsumsi dalam jumlah besar,” ujarnya.

Ardanus menekankan bahwa rekomendasi Satgas MBG fokus pada perbaikan sistem dapur secara menyeluruh, bukan sekadar respons sementara pascakejadian.

Monitoring berkala akan dilakukan untuk memastikan semua rekomendasi dijalankan konsisten.

“Saat ini dapur SPPG Sengeti masih dihentikan sementara, keputusan operasional kembali menjadi kewenangan BGN Pusat,” tambahnya.

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Muaro Jambi, Jurjani, menegaskan pentingnya kepatuhan terhadap rekomendasi.

Baca juga:  Satgas MBG Muaro Jambi Tegaskan: Keputusan Penghentian Yayasan MBG Ada di BGN Pusat

“Keselamatan masyarakat menjadi prioritas. Pengurus SPPG tidak boleh lalai, satu tahapan saja yang diabaikan bisa berdampak luas,” kata Jurjani.

Berikut 9 rekomendasi Satgas MBG Muaro Jambi untuk SPPG Sengeti:

  1. Perkuat penerapan Good Hygiene Practices (GHP) dan Sanitation Standard Operating Procedures (SSOP), serta SOP tertulis di setiap tahapan produksi.

  2. Proses memasak wajib dimulai pukul 02.00–03.00 WIB agar alur produksi dan distribusi terkendali.

  3. Sediakan pintu terpisah untuk jalur karyawan dan penerimaan bahan baku, lengkap dengan dokumentasi administrasi.

  4. Dapur harus memiliki ruang pendingin khusus pasca pemasakan, dengan penyimpanan tertutup dan suhu terkontrol.

  5. Pantau dan catat suhu pangan matang secara rutin dari proses memasak hingga pembersihan.

  6. Perbaiki pengelolaan ompreng sesuai SOP untuk mencegah kontaminasi silang.

  7. Gunakan air yang memenuhi standar kesehatan untuk seluruh proses pengolahan makanan.

  8. Pastikan sumber air berjarak lebih dari 10 meter dari limbah, dan kelola sistem pembuangan limbah sesuai kapasitas produksi.

  9. Seluruh tenaga dapur wajib menjalani pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Baca juga:  Bupati Muaro Jambi Tinjau Cold Storage Tak Berfungsi, Targetkan Pemanfaatan Kembali

Satgas MBG menegaskan, langkah ini dilakukan untuk memastikan keamanan makanan massal bagi masyarakat dan menghindari risiko kesehatan yang lebih luas.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait