SEPUCUKJAMBI.ID – Hidung terasa tersumbat terus-menerus, wajah seperti ditekan dari dalam, kepala nyeri berdenyut, hingga kemampuan mencium bau menurun? Jangan anggap sepele.
Keluhan tersebut bisa menjadi tanda sinusitis, kondisi yang kerap muncul setelah flu atau pilek berkepanjangan.
Sinusitis merupakan peradangan pada sinus, yaitu rongga berisi udara yang terletak di sekitar hidung, pipi, dahi, dan belakang mata.
Dalam kondisi normal, sinus menghasilkan lendir yang berfungsi menjaga kelembapan rongga hidung sekaligus menyaring debu dan kuman.
Namun saat terjadi peradangan, saluran pengeluaran lendir tersumbat sehingga cairan menumpuk dan memicu rasa nyeri serta tekanan di wajah.
Di dalam wajah manusia terdapat beberapa jenis sinus.
Sinus maksilaris berada di area pipi, sinus frontalis di dahi, sinus etmoidalis terletak di antara kedua mata, sementara sinus sfenoidalis berada lebih dalam di belakang hidung.
Seluruh sinus ini saling terhubung ke rongga hidung melalui saluran kecil. Ketika saluran tersebut membengkak atau tersumbat lendir kental, tekanan di dalam sinus meningkat dan menimbulkan berbagai gejala tidak nyaman.
Penyebab sinusitis cukup beragam. Infeksi virus akibat flu menjadi pemicu paling sering.
Selain itu, infeksi bakteri, alergi yang tidak terkontrol, polip hidung, hingga kelainan bentuk sekat hidung juga dapat meningkatkan risiko terjadinya sinusitis.
Faktor lingkungan seperti paparan asap rokok dan udara yang tercemar turut memperparah peradangan.
Gejala sinusitis biasanya meliputi hidung tersumbat atau berair, nyeri dan rasa tertekan di sekitar pipi, hidung, atau dahi, sakit kepala, serta batuk yang sering muncul pada malam hari.
Beberapa penderita juga mengalami bau napas tidak sedap, mudah lelah, demam ringan, hingga nyeri yang menjalar ke gigi atau telinga jika kondisi sudah cukup berat.
Penanganan sinusitis bergantung pada penyebab dan tingkat keparahannya.
Pada kasus ringan, perawatan mandiri di rumah bisa membantu meredakan keluhan, seperti menghirup uap hangat, mencuci hidung dengan larutan saline, memperbanyak minum air putih, dan memastikan tubuh cukup istirahat.
Obat pereda nyeri dan dekongestan juga kerap digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan hidung tersumbat.
Jika sinusitis dipicu infeksi bakteri atau sering kambuh, dokter dapat memberikan pengobatan khusus sesuai kondisi pasien.
Dalam kasus tertentu, tindakan medis lanjutan mungkin diperlukan untuk membuka sumbatan pada sinus.
Agar sinusitis tidak mudah kambuh, penting untuk menjaga kebersihan tangan, menghindari asap rokok, serta mengelola alergi dengan baik.
Daya tahan tubuh yang prima juga berperan besar dalam mencegah infeksi saluran pernapasan yang dapat memicu peradangan sinus.(*)







