Seloko Adat Jadi Ruang Reproduksi Budaya, Wali Kota Maulana Serukan Kolaborasi Lestarikan Kearifan Lokal

“Saya minta semua pihak ikut mengawasi agar setiap program berjalan baik, tepat, dan tuntas,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua LAM Kota Jambi, Datuk Aswan Hidayat, mengungkapkan rencana untuk memperluas cakupan lomba Seloko Adat hingga ke kalangan pelajar SD dan SMP.

“Regenerasi pelestari adat harus dimulai sejak dini. Kita ingin generasi muda terhindar dari pengaruh negatif dan menjadi pelopor dalam mewujudkan Kota Jambi Berbudaya dan Berbahagia,” katanya.

Datuk Aswan juga menekankan pentingnya menjunjung tinggi adat Melayu dalam setiap peringatan hari bersejarah Kota Jambi, sebagai upaya menambah marwah dan identitas daerah.

Mewakili Ketua Umum LAM Provinsi Jambi, Datuk Abdul Khadir turut menyampaikan apresiasi atas komitmen Wali Kota dan LAM Kota Jambi dalam menjaga budaya.

“Seloko Adat atau Hadits Melayu ini bukan semata kompetisi. Ia adalah cara kita menghidupkan warisan luhur, menampilkan yang terbaik sebagai bentuk penghormatan terhadap budaya,” ujarnya.

Pembukaan perlombaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Wali Kota Maulana, yang disaksikan oleh unsur Forkopimda, anggota DPRD Kota Jambi, tokoh adat, perwakilan instansi vertikal, OPD, komunitas pencinta adat, serta para mahasiswa dan pelajar.(*)

image_pdfimage_print
Baca juga:  Diza Hazra Ajak Warga Jambi Manfaatkan Program KPR FLPP untuk Hunian Layak

Pos terkait