Penalti Panenka Mbappe Perlebar Jarak
Sevilla mencoba tampil lebih agresif setelah jeda. Felix Correia sempat mengancam melalui tembakan yang berubah arah setelah mengenai pemain lawan.
Namun, Madrid kembali menghukum tim tamu sebelum mereka mampu membangun tekanan yang konsisten.
Pada menit ke-55, Mbappe mengejar umpan terobosan Diomande dan mendapat pelanggaran dari Castrin di dalam kotak penalti.
Wasit menunjuk titik putih, memberi Madrid peluang memperbesar keunggulan.
Mbappe mengambil tanggung jawab sebagai eksekutor. Ia memilih teknik panenka, mencungkil bola dengan tenang untuk mengecoh Vlachodimos dan membawa Madrid unggul 3-0.
Gol tersebut mempertegas peran Mbappe dalam kemenangan tuan rumah.
Ia tidak hanya mencetak gol melalui permainan terbuka, tetapi juga menunjukkan kepercayaan diri saat menghadapi tekanan dari titik penalti.
Meski tertinggal tiga gol, Sevilla tidak sepenuhnya kehilangan daya serang.
Youssouf Fofana mencoba membobol gawang Madrid lewat tembakan dari luar kotak penalti, tetapi Courtois kembali menggagalkan peluang tersebut.
Sevilla Membalas, Diomande Langsung Menjawab
Sevilla akhirnya mencetak gol melalui Manuel Bueno. Ia memanfaatkan celah di pertahanan Madrid dan melepaskan tembakan kaki kiri yang mengubah skor menjadi 1-3.
Gol itu sempat membuka peluang bagi tim tamu untuk memperkecil ketertinggalan. Namun, Madrid langsung merespons dan mematahkan momentum Sevilla.
Hanya dua menit setelah gol Bueno, Diomande mencatatkan namanya di papan skor.
Gol tersebut mengembalikan keunggulan tiga gol bagi Madrid sekaligus memastikan tuan rumah tetap berada dalam posisi nyaman hingga akhir pertandingan.
Madrid pun menutup laga dengan kemenangan 4-1.
Hasil ini memperpanjang catatan positif mereka menjadi enam kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir di semua kompetisi, sekaligus menambah kepercayaan diri menjelang duel penting melawan Barcelona.
Posisi Madrid Meningkat, Persaingan Gelar Masih Terbuka
Tambahan tiga poin membawa Madrid ke peringkat ketiga dengan koleksi 21 poin.
Jarak enam angka dari Barcelona menunjukkan bahwa Los Blancos masih memiliki pekerjaan untuk mengejar pemuncak klasemen.
Kemenangan atas Sevilla menjadi modal berharga, terutama karena Madrid mampu menghasilkan empat gol melalui kontribusi beberapa pemain.
Guler membuka jalan, Mbappe memberikan dua gol, dan Diomande menutup pesta gol tuan rumah.
Meski demikian, satu gol Sevilla memperlihatkan bahwa Madrid masih perlu menjaga konsentrasi di lini belakang.
Melawan lawan dengan kualitas serangan lebih tinggi, kelengahan serupa berpotensi menghadirkan persoalan yang lebih besar.
Menjelang El Clasico, Madrid membawa hasil positif sekaligus pekerjaan rumah yang jelas: mempertahankan ketajaman di depan gawang tanpa mengendurkan disiplin pertahanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







