Dalam rangka mendukung pertumbuhan ekonomi baru, kata Maulana, pihaknya tengah mendorong pengembangan kawasan Pasar Tua dan Terminal Rawasari serta penataan kawasan Pasar Baru Talang Banjar. Selain membenahi pasar kota Jambi, pada tanggal 27 Mei nanti, Pemkot juga akan menggelar Festival Tumpah Ruah sebagai wadah kreativitas anak muda.
“Ini langkah awal kita untuk menghidupkan kembali kawasan kota tua sebagai kawasan ekonomi baru. Saya telah memulai dengan pembebasan plang retribusi, parkirnya kini berbasis QRIS digital, dan pasca peringatan HUT ini, akan keluar regulasi untuk relokasi 450 pedagang di sepanjang Jalan Orang Kayo Pingai-Sentot Ali Basya Talang Banjar yang selama ini berjualan di atas drainase dan bahu jalan. Mereka akan direlokasi ketempat yang lebih layak yakni Pasar Angsoduo, dengan gratis biaya sewa selama enam bulan.
“Saya paham, ini bukan hal mudah. Akan banyak pro kontra, akan banyak kritik di media sosial. Tapi sebagai pemimpin, Saya harus punya pilihan untuk memperbaiki keadaan menjadi lebih baik,” jelasnya.
Selain itu, Wali Kota Maulana juga menyampaikan solusi terkait dengan persoalan sampah perkotaan yang menjadi tantangan besar saat ini, dimana 430 ton sampah dihasilkan setiap hari, dan belum seluruhnya di kelola secara optimal.
“InsyaAllah di tanggal 28 Mei nanti, bersamaan dengan HUT Tanah Pilih Pusako Batuah, kita akan menandatangani investasi pembangunan pabrik RDF (Refused Derived Fuel), briket, dan pupuk cair maggot di TPA Talang Gulo, dengan nilai ratusan miliar rupiah, tanpa menggunakan APBD satu rupiah pun,” tutur Maulana.
“Sampah akan kita ubah menjadi berkah. Bahkan melalui program Kampung Bahagia senilai Rp100 juta per RT, kita dorong tata kelola sampah dari rumah tangga. RT kita fasilitasi dengan becak motor (bentor), anak-anak muda kita berdayakan untuk mengangkut sampah langsung dari rumah ke TPA. Maka, ke depan jika masih ada TPS liar, saya yakin itu bukan dari warga Kota Jambi, karena tata kelola sampah sudah menyatu dalam budaya warga kita,” tambahnya.







