SEPUCUKJAMBI.ID – Sariawan sering dianggap masalah ringan, padahal kondisi ini bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari.
Luka kecil yang muncul di dalam mulut—baik di bibir bagian dalam, pipi, lidah, maupun gusi dapat menimbulkan rasa perih saat makan, minum, hingga berbicara.
Dalam dunia medis, sariawan dikenal sebagai stomatitis aftosa, yaitu peradangan jaringan mulut yang ditandai dengan luka berwarna putih atau kekuningan.
Umumnya, sariawan akan sembuh dalam 1–2 minggu. Namun, jika sering kambuh, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah tertentu dalam tubuh.
Penyebab Sariawan yang Sering Kambuh
1. Kekurangan Nutrisi
Salah satu penyebab utama adalah kurangnya asupan nutrisi penting seperti vitamin B kompleks, zat besi, asam folat, dan zinc.
Nutrisi ini berperan besar dalam menjaga kesehatan jaringan mulut dan mempercepat penyembuhan luka.
2. Luka pada Mulut
Sariawan juga bisa dipicu oleh luka kecil, seperti tergigit, penggunaan kawat gigi, gigi palsu yang tidak pas, atau kebiasaan menyikat gigi terlalu keras.
Luka tersebut dapat berkembang menjadi peradangan jika tidak dirawat dengan baik.
3. Stres dan Kurang Tidur
Kondisi stres dan kurang istirahat dapat menurunkan daya tahan tubuh. Akibatnya, tubuh lebih mudah mengalami peradangan, termasuk di area mulut.
4. Perubahan Hormon
Pada sebagian orang, terutama perempuan, perubahan hormon saat menstruasi atau kehamilan dapat meningkatkan risiko munculnya sariawan.
5. Sensitivitas Makanan
Makanan pedas, asam, atau terlalu panas dapat memicu iritasi pada jaringan mulut. Jika dikonsumsi berlebihan, risiko sariawan pun meningkat.
Cara Mencegah Sariawan Agar Tidak Kambuh
Untuk mengurangi risiko sariawan berulang, beberapa langkah berikut bisa dilakukan:
- Konsumsi makanan bergizi seimbang yang kaya vitamin dan mineral
- Jaga kebersihan mulut dengan menyikat gigi secara rutin menggunakan sikat berbulu lembut
- Hindari makanan yang memicu iritasi
- Perbanyak minum air putih agar mulut tetap lembap
- Kelola stres dan pastikan waktu tidur cukup
Kapan Harus Waspada?
Meskipun umumnya tidak berbahaya, sariawan perlu diperhatikan jika:







