Dirinya juga menyoroti pentingnya pendampingan dalam penggunaan media sosial bagi para perajin, khususnya yang berada di wilayah terpencil. Menurutnya, kemampuan memasarkan produk secara efektif, baik melalui platform daring (online) maupun luring (offline), menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing produk lokal.
“Pendampingan dalam hal perizinan juga sangat dibutuhkan, terutama bagi para perajin pemula yang baru merintis usahanya. Dengan begitu, semangat Perajin Berdaya, Mendunia dapat benar-benar terwujud,” tambahnya.
Sementara itu, usai mengikuti rangkaian kegiatan dalam peringatan HUT ke-45 Dekranas itu, Ketua Dekranasda Kota Jambi dokter Nadiyah Maulana, menyampaikan optimismenya untuk terus berperan aktif dalam meningkatkan kualitas para perajin lokal Kota Jambi yang memiliki kekayaan dan keunikan tersendiri.
“Sesuai dengan arahan Ketua Umum Dekranas, Ibu Selvi Gibran Rakabuming, kita akan terus mendorong peningkatan daya saing produk lokal, khususnya batik Jambi yang menjadi produk unggulan daerah. Harapannya, batik dan kerajinan lainnya mampu menguasai pangsa pasar, terutama di tingkat lokal, sebelum menembus pasar nasional bahkan global,” ujar Nadiyah.
Dirinya juga menekankan untuk terus membantu perajin lokal kota jambi agar mempunyai daya saing, tidak hanya ditingkat lokal bahkan didorong secara global.
“Disini banyak produk-produk kriya dari seluruh penjuru tanah air, tentunya ini adalah kekayaan yang kita miliki. Saya selaku Ketua Dekranasda tentunya akan turut membantu para perajin agar bisa lebih luas melakukan pemasaran produknya, sehingga dapat dikenal secara global,” tekannya.
Turut hadir dalam rangkaian HUT ke-45 Dekranas yang bertema “Perajin Berdaya Mendunia” itu, Wamendagri Ribka Haluk bersama Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian.
Sebelumnya, dokter Nadiyah Maulana yang juga sebagai Ketua TP PKK Kota Jambi turut menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-10 TP PKK yang sekaligus dirangkai dengan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-53 yang berlangsung di Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.







