Pelangsir BBM Bersubsidi Bisa Langsung Ditindak, Ini Warning Walikota Jambi!

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID Wali Kota Jambi, Maulana memimpin langsung apel pelepasan satgas kemacetan antrean BBM solar bersubsidi di SPBU dalam Kota Jambi, Rabu 8 Oktober 2025.

Apel ini digelar ntuk mengatasi kemacetan dan antrean panjang kendaraan besar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam kota.

Kebijakan ini rencananya mulai diterapkan sesudah apel gabungan yang dilakukan Rabu 8 oktober 2025.

Di mana kendaraan roda enam atau lebih hanya diperbolehkan mengisi solar di tujuh SPBU tertentu yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota Jambi.

Baca juga:  Pagar SDN 221 Kota Jambi Roboh, Naim Dorong Tindakan Segera dari Pemerintah

“Langkah ini kami ambil agar masyarakat tidak terganggu dengan antrean panjang truk di SPBU dalam kota, dan agar distribusi solar bersubsidi lebih tepat sasaran,” tegas Wali Kota Maulana.

Maulana mengatakan, tim satgas bisa menindak langsung oknum-oknum yang dicurigai maupun kedapatan melanggar BBM bersubsidi.

“Ini sudah disepakati beberapa waktu lalu,” sebutnya.

Daftar 7 SPBU untuk Kendaraan Roda Enam ke Atas:

Baca juga:  Gugur Dalam Tugas, Wali Kota Maulana Salurkan Santunan Kepada Ketua RT

1. SPBU Simpang Gado-Gado

2. SPBU Paal 7 (Depan BPK)

3. SPBU Paal 10

4. SPBU Talang Bakung

5. SPBU Lingkar Selatan

6. SPBU Bagan Pete

7. SPBU Aurduri

Maulana menekankan bahwa, ketujuh SPBU ini wajib beroperasi 24 jam untuk menjamin kelancaran akses pengisian bahan bakar bagi kendaraan besar, terutama sopir truk.

Sementara itu, 10 SPBU di dalam kota kini hanya melayani kendaraan roda empat pribadi.

Baca juga:  Dukung Pemilu RT 2025, Disdukcapil Kota Jambi Buka Layanan Adminduk Hari Sabtu

Kendaraan pengangkut sembako dan LPG masih diberi pengecualian, namun harus menunjukkan bukti muatan yang dibawa.

Guna memastikan kebijakan berjalan efektif, tim gabungan dari TNI, Polri, Satpol PP, dan Dinas Perhubungan (Dishub) turut diturunkan untuk melakukan pengawasan langsung di lapangan.

“Ini adalah kebijakan jangka pendek untuk mengurai kemacetan, namun akan kita evaluasi terus. Kami ingin masyarakat nyaman, dan distribusi solar tepat sasaran,” ujar Maulana.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait