JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama sejumlah kementerian dan lembaga resmi meluncurkan Roadmap Pengembangan dan Penguatan Kegiatan Usaha serta Ekosistem Bulion 2026–2031.
Langkah ini dilakukan sebagai strategi memperkuat industri emas nasional sekaligus mendorong hilirisasi dan pendalaman pasar keuangan.
Peluncuran roadmap tersebut digelar dalam forum bertajuk “Peringatan 1 Tahun Kegiatan Usaha Bulion: Launching Indonesia’s Bullion Ecosystem Roadmap – Consolidating the First Year, Strengthening the Next Phase” yang diselenggarakan di Jakarta oleh Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia bersama OJK.
Acara tersebut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya Airlangga Hartarto selaku Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Dian Ediana Rae sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, serta pimpinan lembaga keuangan seperti Damar Latri Setiawan dari PT Pegadaian dan Anggoro Eko Cahyo dari Bank Syariah Indonesia Tbk.
Dorong Pendalaman Pasar Keuangan
Dalam sambutannya, Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa OJK terus mendorong pengembangan kegiatan usaha bulion oleh lembaga jasa keuangan sebagai bagian dari strategi memperdalam pasar keuangan nasional.
Menurutnya, sektor bulion memiliki potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, terutama melalui penguatan rantai industri emas dari hulu hingga hilir.
“Selain memperdalam pasar keuangan, kegiatan usaha bulion juga diharapkan mampu mendukung hilirisasi di sektor emas,” ujar Dian.
Ia menambahkan bahwa pengembangan ekosistem bulion membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, lembaga keuangan, hingga pelaku industri.
Harga Emas Global Terus Menguat
Sementara itu, Airlangga Hartarto menilai sektor emas memiliki prospek yang sangat menjanjikan, seiring dengan lonjakan harga emas global dalam beberapa waktu terakhir.
Ia mengungkapkan bahwa harga emas yang sebelumnya berada di kisaran 3.000 dolar AS per troy ounce kini telah melampaui 5.000 dolar AS per troy ounce.
Kenaikan tersebut menunjukkan potensi investasi emas yang sangat besar.
Menurut Airlangga, emas merupakan komoditas strategis karena memiliki rantai nilai yang lengkap, mulai dari kegiatan pertambangan hingga pengembangan produk jasa keuangan berbasis emas.







