SEMARANG, SEPUCUKJAMBI.ID – Lawang Sewu, ikon bersejarah Kota Semarang, Jawa Tengah, terkenal dengan arsitekturnya yang megah dan julukannya yang berarti “seribu pintu”.
Bangunan ini dibangun awal abad ke-20 sebagai kantor pusat Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS), perusahaan kereta api Hindia Belanda, dengan gaya Eropa yang disesuaikan iklim tropis.
Selain keindahan arsitektur, Lawang Sewu memiliki nilai sejarah penting.
Bangunan ini sempat digunakan pada masa pendudukan Jepang dan menjadi saksi berbagai peristiwa menjelang kemerdekaan.
Beberapa ruang bawah tanahnya memiliki fungsi penahanan, yang kemudian memunculkan cerita horor di masyarakat.
Meski dikenal angker karena kisah urban legend dan kondisi bangunan yang terbengkalai pada era 1980–1990-an, pengelola Lawang Sewu menegaskan destinasi ini bukan tempat wisata horor.
Setelah direvitalisasi, Lawang Sewu kini aman, terang, dan tertata rapi.
Wisatawan diajak memahami sejarah, arsitektur, serta peran bangunan ini dalam perjalanan bangsa.
Kini Lawang Sewu menjadi salah satu destinasi wisata populer di Semarang, menarik pengunjung untuk belajar sejarah dan budaya sekaligus berburu foto.
Pencahayaan artistik pada malam hari semakin menonjolkan kemegahan arsitektur bangunan bersejarah ini.()







