Hadis ini menekankan keseimbangan antara urusan dunia dan akhirat, yang kemudian ditekankan oleh Wali Kota Maulana dalam arahannya:
“Kerjakanlah sesuatu yang berhubungan dengan akhirat seolah-olah kita akan mati besok. Bekerjalah dengan hati yang bahagia. Jika kita niatkan pekerjaan untuk akhirat, insyaAllah kita akan mendapatkan dunia dan akhirat sekaligus,” katanya.
Maulana menambahkan bahwa semakin besar jabatan yang diemban seseorang, semakin banyak pula tantangan yang harus dihadapi.
Namun, tantangan tersebut harus dipandang sebagai motivasi untuk berbuat kebaikan bagi masyarakat.
Selain berpesan akan pentingnya semangat kerja dan ibadah, Wali Kota Maulana juga mengungkapkan bahwa Pemkot Jambi telah mencairkan gaji, THR, dan TPP ASN dan TKK lebih awal.
Hal ini dilakukan untuk mendorong perputaran ekonomi menjelang Hari Raya Idul Fitri.
“Kami memprioritaskan pencairan gaji dan THR, karena selain meringankan masyarakat memenuhi kebutuhan menyambut hari raya, hal ini juga berdampak besar terhadap perputaran ekonomi. Uang tunai yang beredar di pusat perbelanjaan akan membantu meningkatkan daya beli masyarakat,” jelasnya.
Ia juga menegaskan komitmennya bersama Wakil Wali Kota Diza Hazra Aljosha untuk terus meningkatkan kolaborasi dan semangat kerja selama lima tahun kepemimpinan mereka.
“InsyaAllah, kita akan berjuang bersama lima tahun ke depan. Mari kita maksimalkan potensi yang kita miliki untuk menjalankan program-program yang membawa kebaikan bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kegiatan Qiyamul Lail ini juga diisi dengan Sholat Tasbih, Salat Tahajud, serta tausiyah agama yang disampaikan oleh Ustadz Dr. Hasbullah Ahmad. Acara kemudian ditutup dengan Salat Subuh berjamaah.
Dengan rangkaian kegiatan ini, Pemkot Jambi berharap dapat menghidupkan malam-malam terakhir Ramadan dengan ibadah yang lebih khusyuk serta mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat dalam meraih keberkahan malam bulan suci Ramadan.(*)






