Senegal sempat merayakan gol balasan dua menit kemudian melalui Nicolas Jackson. Namun, harapan itu pupus setelah VAR mengonfirmasi posisi offside sehingga gol dianulir.
Ketika Senegal berupaya mencari gol penyeimbang, Prancis justru memperbesar keunggulan.
Pada menit ke-82, Bradley Barcola mencatatkan namanya di papan skor setelah memanfaatkan umpan Adrien Rabiot dan mengecoh Mendy dengan penyelesaian cerdik.
Pertandingan terlihat menuju kemenangan nyaman Prancis hingga masa injury time.
Senegal sempat membuka asa pada menit ke-95 melalui Ibrahim Mbaye yang sukses memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Namun, hanya berselang satu menit, Mbappe kembali berbicara. Menerima bola di luar kotak penalti, ia memutar badan sebelum melepaskan tembakan keras dari jarak jauh yang meluncur ke sudut atas gawang Senegal.
Gol spektakuler tersebut menutup pertandingan dengan skor 3-1 sekaligus mengukuhkan malam bersejarah bagi Mbappe.
Selain membawa Prancis meraih start sempurna di Grup I, sang kapten kini berdiri sendirian sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang masa Les Bleus.
Hasil ini menempatkan Prancis dalam posisi menguntungkan untuk melangkah ke fase gugur.
Sebaliknya, Senegal wajib segera bangkit pada laga berikutnya agar peluang lolos ke babak selanjutnya tetap terbuka.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







