2024: Podium Sprint, mesin terbakar
Peluang Marc memutus rekor buruk terbuka lebar pada 2024.
Ia memulai Sprint Race dari posisi ke-12, tetapi mampu menunjukkan kecepatan luar biasa dan merebut posisi ketiga.
Hasil tersebut menjadi sinyal bahwa Marc sebenarnya memiliki kemampuan untuk bersaing di Mandalika.
Sayangnya, cerita kembali berubah pada balapan utama.
Marc sempat berada di posisi ketujuh sebelum masalah teknis menghentikan perjalanannya.
Mesin Ducati yang mengalami kerusakan dan terbakar membuatnya kembali gagal mencapai garis finis.
2025: Tabrakan sebelum satu lap selesai
Mandalika kembali memberikan mimpi buruk pada Marc pada 2025.
Ketika itu, ia datang ke Indonesia dengan status juara dunia yang baru saja dikunci setelah MotoGP Jepang.
Namun, status tersebut tidak membuat balapannya berjalan mulus.
Marc bahkan tidak mampu menyelesaikan satu lap.
Marco Bezzecchi melakukan manuver yang berujung tabrakan dengan bagian belakang motor Marc.
Keduanya terjatuh dan insiden tersebut membawa konsekuensi serius bagi pembalap Ducati itu.
Marc mengalami cedera pada bahu kanan dan harus mengakhiri akhir pekannya lebih cepat. Cedera tersebut bahkan membuatnya absen pada sisa balapan musim 2025.
Mandalika 2026: Saatnya Marc memutus kutukan?
Kini Marc kembali ke Indonesia dengan situasi yang jauh berbeda.
Ia datang bersama Ducati Lenovo, membawa momentum dua kemenangan di Motegi dan hanya terpaut dua poin dari Martin.
Artinya, Mandalika bukan sekadar kesempatan untuk memperbaiki rekor pribadi.
Setiap poin di Indonesia bisa memiliki nilai besar dalam perebutan gelar juara dunia.
Marc membutuhkan hasil maksimal untuk terus memberikan tekanan kepada Martin.
Sebaliknya, Martin punya peluang memperlebar keunggulan jika mampu memanfaatkan kegagalan rivalnya.
Inilah yang membuat MotoGP Indonesia 2026 memiliki cerita besar di balik persaingan di lintasan.
Marc Marquez punya kecepatan, pengalaman, motor kompetitif, dan momentum. Tetapi Mandalika memiliki satu catatan yang belum berhasil ia taklukkan: finis dalam balapan utama.
Setelah empat kunjungan tanpa satu pun finis, MotoGP Mandalika 2026 akan menjadi ujian untuk menjawab satu pertanyaan, mampukah Marc akhirnya menaklukkan trek yang selama ini selalu menggagalkannya sekaligus memangkas atau bahkan membalikkan keunggulan Jorge Martin?.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







