LOMBOK, SEPUCUKJAMBI.ID — Pertarungan Marc Marquez menuju gelar juara dunia MotoGP 2026 memasuki babak yang menarik di Indonesia.
Pembalap Ducati Lenovo itu datang ke Mandalika dengan kepercayaan diri tinggi, tetapi ada satu masalah besar yang belum berhasil ia pecahkan, Marc belum pernah menyelesaikan balapan utama MotoGP Indonesia.
MotoGP Indonesia 2026 akan berlangsung di Pertamina Mandalika International Circuit pada 9-11 Oktober.
Marc kembali ke lintasan tersebut ketika persaingannya dengan Jorge Martin semakin panas.
Marc kini mengumpulkan 331 poin dan menempati posisi kedua klasemen.
Kemenangan di Sprint Race dan balapan utama MotoGP Jepang membuatnya memangkas jarak menjadi hanya dua poin dari Martin yang berada di puncak dengan 333 poin.
Secara momentum, Marc datang ke Mandalika dalam kondisi ideal.
Namun, statistik berbicara berbeda.
Dalam empat kunjungan sebelumnya ke Indonesia, Marc belum sekalipun mencatat finis dalam balapan utama.
Rekornya terdiri dari tiga kali gagal finis atau DNF dan satu kali tidak start atau DNS.
Catatan tersebut membuat Mandalika menjadi salah satu trek paling sulit bagi Marc sepanjang kiprahnya di MotoGP.
2022: Bahkan tidak sempat start
Kisah buruk Marc di Mandalika dimulai pada 2022.
Saat itu, Marc masih memperkuat Repsol Honda. Harapan untuk tampil dalam balapan utama langsung pupus setelah ia mengalami kecelakaan highside di Tikungan 7 ketika menjalani sesi pemanasan Minggu pagi.
Marc kemudian menjalani pemeriksaan di rumah sakit dan mendapat diagnosis gegar otak. Tim medis akhirnya menyatakan pembalap Spanyol tersebut tidak fit untuk balapan.
Ia pun mencatat DNS dalam penampilan pertamanya di Mandalika.
2023: Kecelakaan kembali menghentikan Marc
Setahun berselang, Marc akhirnya bisa mengambil start dalam balapan utama.
Akan tetapi, Mandalika kembali tidak bersahabat.
Marc gagal menyelesaikan perlombaan setelah mengalami kecelakaan. Sehari sebelumnya, ia juga terjatuh pada lap pertama Sprint Race.
Alih-alih mengumpulkan poin penting, Marc kembali meninggalkan Indonesia tanpa hasil dari balapan utama.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






