Terkait dengan program Guru Tahfidz, Wali Kota Maulana menegaskan, pihaknya akan terus mendukung, karena hal itu sebagai salah satu cara melahirkan generasi muda yang berakhlakul karimah.
“Pemkot Jambi akan tetap meneruskan program Guru Tahfizd kota Jambi yang telah ada saat ini, dengan memperkuatnya, seperti dengan membuat Perwal sebagai payung hukum yang kuat untuk penyelenggaraan program Guru Tahfidz tersebut,” terang Maulana.
“Program ini harus kita lanjutkan yang merupakan keberhasilan dari pemimpin kita sebelumnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, dalam laporan kegiatan, Ketua Pelaksana Yoga Indrabayu mengatakan, bahwa Bedug Fest Bazar Ramadhan Bahagia ini merupakan tahun kedua dilaksanakan sebagai wadah bagi pengusaha UMKM.
“Kegiatan ini kita laksanakan karena tingginya minat dari pengusaha UMKM dan lokal brand yang terus menjaga eksistensinya dibulan Ramadhan ini yang menciptakan pasar bedug modern,” katanya.
Dia juga memberikan apresiasi kepada Pemkot Jambi dan semua pihak yang terlibat mendukung kegiatan tersebut sehingga bisa dan terlaksana dengan sukses dan semarak.
“Saya pribadi mengapresiasi Pemkot Jambi yang terus menjaga komitmennya dalam mendukung UMKM, sehingga dapat terus berkembang dan maju bersama,” singkatnya.
Pembukaan bazar yang diawali dengan peragaan busana muslim hasil karya desainer Jambi itu ditandai dengan pemukulan bedug oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota bersama Kepala BI Jambi, Sekda serta Ketua Panitia Pelaksana kegiatan.
Dikesempatan itu, Wali Kota Maulan bersama Wakil Wali Kota Diza melakukan penyerahan secara simbolis waqaf Al-Qur’an dari Yayasan Kesejahteraan Madani kepada masyarakat penerima.
Usai membuka secara resmi, Wali Kota Jambi beserta rombongan tampak meninjau sejumlah stand di area Bedug Fest itu sebagai bentuk dukungan langsung terhadap pengusaha lokal, keduanya juga tampak membeli beberapa produk yang dijual sembari bercengkrama dengan para pedagang.(*)







