Pemkot Jambi Siapkan Penataan Kawasan
Wali Kota Jambi, Maulana, mengatakan pembangunan kolam retensi seluas 8,9 hektare menjadi salah satu proyek yang membutuhkan proses panjang, termasuk pembebasan lahan yang dilakukan secara bertahap selama dua tahun.
Menurutnya, kolaborasi antara Pemerintah Kota Jambi, pemerintah pusat, dan dukungan DPR RI menjadi faktor penting yang mempercepat realisasi proyek tersebut.
“Ini seperti mimpi yang akhirnya bisa diwujudkan. Berkat kolaborasi dengan pemerintah pusat dan dukungan DPR RI, pembangunan kolam retensi ini dapat berjalan,” ujar Maulana.
Pemerintah Kota Jambi, lanjutnya, telah menyiapkan sejumlah rencana penataan kawasan, mulai dari pembangunan jalur jogging, penerangan kawasan, hingga elemen estetika agar kolam retensi juga menjadi ruang publik yang nyaman bagi masyarakat.
Maulana berharap dukungan pemerintah pusat terus berlanjut, terutama untuk penyelesaian pembebasan lahan di sejumlah lokasi lain yang masih menjadi bagian dari program pengendalian banjir.
Diharapkan Kurangi Genangan di Sejumlah Kawasan
Keberadaan kolam retensi Paal V diproyeksikan membantu mengurangi genangan di sejumlah wilayah yang selama ini kerap terdampak banjir, seperti kawasan Widuri, Kenali Asam Bawah, dan sekitarnya.
Apabila pekerjaan fisik selesai sesuai target pada September 2026, kolam retensi tersebut akan segera memasuki tahap operasional sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir Kota Jambi sekaligus menjadi ruang terbuka baru bagi masyarakat.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







