Mereka yang kurang memiliki self-compassion cenderung menolak berbagai bentuk dukungan.
Pujian terasa canggung, bantuan dianggap sebagai tanda kelemahan, dan perhatian sering kali dipersepsikan sebagai sesuatu yang berlebihan.
Pola ini biasanya berakar pada keyakinan seperti “aku harus kuat sendiri” atau “menerima bantuan berarti aku tidak mampu.”
Beberapa hal yang dapat melatarbelakangi kebiasaan bersikap baik pada orang lain namun keras pada diri sendiri antara lain:
- Pola asuh yang menekankan pengorbanan, ketegasan, atau larangan menunjukkan kelemahan.
- Perfeksionisme yang membuat kesalahan terasa berat.
- Rasa malu atau takut terlihat rentan.
- Self-compassion bukanlah sifat bawaan, melainkan kemampuan yang dapat dilatih dan dikembangkan seiring waktu.
Untuk membangunnya, para psikolog menyarankan beberapa langkah berikut:
- Berhenti sejenak saat mulai mengkritik diri sendiri,
- Berbicara kepada diri sendiri seperti Anda berbicara pada teman dekat,
- Memasang batasan dan memberi tubuh waktu untuk beristirahat,
- Melakukan hal sederhana yang membuat Anda merasa lebih baik,
- Menerima bantuan tanpa menyalahkan diri.







