Ia bercerita, sebelum pelaku usaha mengikuti pameran seperti Trade Expo Indonesia (TEI) ke-41, perwakilan perdagangan RI dapat terlebih dahulu memfasilitasi penjajakan bisnis (business matching) dengan calon pembeli potensial di luar negeri. Eksportir dan buyer kemudian dapat bertemu langsung di TEI untuk menandatangani MoU.
Terkait hari kedua TEI ke-41 pada Kamis, (15/10), Mendag Busan bercerita, hari ini ia menyaksikan penandatanganan 10 MoU hasil kolaborasi UMKM binaan Astra dan Kemendag di TEI ke-41. Ke-10 MoU tersebut memiliki total nilai transaksi mencapai Rp69 miliar dengan mitra dari berbagai negara. “Saya telah berkeliling ke sejumlah stan peserta pameran dan melihat banyak potensi mendapatkan buyer. Kami berharap, akan semakin banyak MoU yang ditandatangani,” ujar Mendag Busan.
Lebih lanjut, Mendag Busan menegaskan pentingnya memenuhi standar lingkungan dan keberlanjutan yang kini menjadi persyaratan perdagangan internasional. Salah satunya adalah European Union Deforestation Regulation (EUDR). Regulasi ini mendorong pelaku usaha untuk memperkuat ketertelusuran komoditas dan memastikan produk yang diperdagangkan memenuhi persyaratan pasar global. Ia optimistis MoU dengan PT Nestlé Indonesia dapat membuka peluang ekspor melalui pemenuhan standar keberlanjutan.
Setelah menyaksikan penandatanganan MoU antara Kemendag dan Nestlé Indonesia, Mendag Busan di hari yang sama melepas ekspor produk kopi olahan Nestlé Indonesia ke Melbourne, Australia, yang merupakan salah satu langkah konkret penandatangan MoU dan dalam rangka memanfaatkan jejaring pasar global Nestlé.
Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia, Georgios Badaro, menyampaikan, penandatanganan MoU dengan Kemendag yang ditindaklanjuti dengan pelepasan ekspor kopi olahan ke Australia mencerminkan sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam memperkuat daya saing industri manufaktur Indonesia.
“Kami percaya Indonesia memiliki potensi besar untuk semakin berperan dalam rantai pasok global, didukung oleh kapabilitas manufaktur, kualitas produk, dan daya saing yang kuat. Melalui kolaborasi dengan Kemendag, kami berharap dapat terus memperluas jangkauan produk buatan Indonesia ke pasar internasional sekaligus menciptakan nilai ekonomi yang berkelanjutan bagi Indonesia,” ujar Georgios.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







