SAROLANGUN, SEPUCUKJAMBI.ID — Kabupaten Sarolangun segera memasuki usia 27 tahun.
Menjelang hari jadinya pada 12 Oktober 2026, Pemerintah Kabupaten Sarolangun resmi memperkenalkan logo HUT ke-27 dengan membawa satu pesan utama: “Sarolangun Maju”.
Logo yang diluncurkan melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sarolangun itu tidak sekadar menjadi identitas perayaan.
Pemerintah daerah memasukkan sejumlah simbol yang menggambarkan arah pembangunan, karakter masyarakat hingga kekayaan budaya Sarolangun.
Tema tersebut diperkuat tagline “Muda, Agamis, Jujur dan Unggul” serta semboyan “Pembangunan meningkat, maju lebih cepat”.
Dua pesan itu menjadi benang merah perayaan HUT ke-27 sekaligus menggambarkan target transformasi Sarolangun menuju daerah yang lebih modern, religius, berbudaya dan memiliki daya saing.
Angka 27 Jadi Simbol Perjalanan Sarolangun
Angka 27 menjadi elemen utama dalam logo.
Angka tersebut menandai perjalanan Kabupaten Sarolangun selama 27 tahun sekaligus menggambarkan fase kematangan daerah untuk memasuki tahap pembangunan berikutnya.
Di dalam desain, pemerintah juga memasukkan tulisan “Tahun” sebagai penanda momentum evaluasi sekaligus peningkatan kualitas pembangunan dari waktu ke waktu.
Namun, pesan logo tidak berhenti pada angka usia daerah.
Masjid, Sungai dan Perahu Adat Jadi Identitas
Salah satu elemen yang mencolok adalah masjid dan menara.
Simbol ini merepresentasikan karakter agamis serta nilai moral dan spiritual yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Sarolangun.
Kemudian terdapat unsur sungai dan air yang menggambarkan sumber kehidupan, kesuburan serta sejarah masyarakat yang memiliki hubungan erat dengan sungai.
Elemen perahu adat memperkuat identitas lokal.
Simbol tersebut membawa pesan tentang kearifan lokal dan sejarah masyarakat Sarolangun, sekaligus menggambarkan kesiapan menghadapi perubahan zaman tanpa meninggalkan tradisi.
Sementara itu, jembatan menjadi simbol konektivitas dan persatuan.
Kehadirannya menggambarkan pembangunan yang membuka akses dan menghubungkan berbagai wilayah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







