Thuram Samakan Skor Sebelum Turun Minum
Inter akhirnya menemukan celah pada menit ke-44. Nicolo Barella mengirimkan umpan silang akurat yang disambut Marcus Thuram dengan sundulan untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut menjadi respons penting setelah Inter melewati sebagian besar babak pertama dalam tekanan.
Thuram juga melanjutkan kontribusi positifnya dengan mencetak gol keempat dalam lima pertandingan Serie A, berdasarkan catatan pertandingan ini.
Skor imbang memberi Inter kesempatan untuk menyusun ulang strategi saat jeda.
Bologna masih menunjukkan ancaman, tetapi kegagalan mempertahankan keunggulan membuat momentum pertandingan mulai berubah.
Pergantian Chivu Langsung Berbuah Gol
Inter tampil lebih agresif setelah babak kedua dimulai. Chivu kemudian memasukkan Andy Diouf dan Carlos Augusto ketika pertandingan memasuki lebih dari 20 menit terakhir.
Keputusan tersebut segera membuahkan hasil. Sekitar satu menit setelah masuk, Diouf mengirimkan bola mendatar ke area depan gawang.
Carlos Augusto menyelesaikan peluang dari jarak dekat dan membawa Inter berbalik unggul 2-1.
Gol itu mengubah tekanan menjadi keuntungan bagi tim tamu.
Inter semakin leluasa mengembangkan permainan, sementara Bologna harus meningkatkan intensitas serangan untuk mengejar ketertinggalan.
Ange-Yoan Bonny sempat mencetak gol dari sudut sempit, tetapi wasit menganulirnya karena offside.
Inter tidak perlu menunggu lama untuk benar-benar memperlebar jarak.
Bonny kemudian menyelesaikan umpan tarik Carlos Augusto dengan tembakan satu sentuhan.
Gol tersebut mengubah skor menjadi 3-1 dan semakin menyulitkan Bologna untuk bangkit.
Inter Kokoh di Puncak, Bologna Terancam Turun ke Zona Bawah
Bologna mencoba memperkecil ketertinggalan pada sisa waktu pertandingan.
Namun, Inter mampu menjaga organisasi pertahanan dan tidak memberi tuan rumah kesempatan untuk mengubah hasil.
Kemenangan 3-1 ini menjadi hasil penting bagi Inter dalam persaingan papan atas Serie A.
Koleksi 19 poin dari tujuh pertandingan menempatkan Nerazzurri di puncak klasemen sementara, dengan keunggulan dua angka atas pesaing terdekat menurut data pertandingan.
Bagi Bologna, kekalahan ini memperpanjang pekerjaan rumah mereka pada awal musim.
Tim asuhan Raffaele Palladino sempat menunjukkan permainan agresif dan menciptakan sejumlah peluang, tetapi gagal mempertahankan keunggulan setelah Inter meningkatkan tekanan.
Pertandingan ini juga memperlihatkan pentingnya efektivitas pergantian pemain.
Inter tidak hanya mengandalkan kualitas individu Thuram, tetapi juga memperoleh dampak langsung dari kombinasi Diouf, Carlos Augusto, dan Bonny.
Inter kini memiliki modal positif untuk melanjutkan persaingan di papan atas. Sementara itu, Bologna perlu segera memperbaiki konsistensi permainan agar tidak semakin dekat dengan zona degradasi.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







