Cristiano Ronaldo juga memperoleh peluang emas pada menit ke-69. Sayangnya, penyelesaian akhir sang kapten masih melebar dari sasaran sehingga Portugal kembali gagal memimpin.
Meski terus menekan hingga menit-menit akhir, Portugal tidak mampu menemukan celah untuk mencetak gol kedua.
Pertahanan disiplin RD Kongo berhasil mematahkan berbagai upaya Selecao hingga peluit panjang dibunyikan.
Selain hasil yang mengecewakan, pertandingan ini juga menjadi momen bersejarah bagi Cristiano Ronaldo.
Penyerang berusia 41 tahun itu mencatat penampilan keenamnya di putaran final Piala Dunia, sebuah pencapaian langka dalam sejarah sepak bola dunia.
Namun rekor tersebut belum mampu dilengkapi dengan kemenangan.
Tambahan satu poin membuat Portugal dan RD Kongo sama-sama mengoleksi satu angka di klasemen sementara Grup K.
Hasil ini membuat persaingan grup semakin terbuka, terlebih Kolombia dan Uzbekistan belum memainkan laga pertama mereka.
Pada pertandingan berikutnya, Portugal akan menghadapi Uzbekistan dalam laga yang berpotensi menentukan peluang lolos ke fase gugur.
Sementara RD Kongo akan mencoba melanjutkan momentum positif saat berhadapan dengan Kolombia.
Bagi Portugal, hasil imbang ini menjadi peringatan bahwa status unggulan tidak menjamin kemenangan di Piala Dunia.
Sementara bagi RD Kongo, satu poin dari laga melawan Portugal menjadi modal berharga untuk menjaga asa melangkah lebih jauh di turnamen ini.(*)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







