Defisit Awal Tahun Capai Rp54,6 Triliun, Pemerintah Pastikan Fiskal Tetap Sehat

APBN Januari 2026 defisit Rp54,6 triliun atau 0,21% PDB. LPS memastikan kondisi fiskal tetap aman dan sesuai desain, dengan belanja negara dipercepat untuk dorong pertumbuhan ekonomi.
Dengarkan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada Januari 2026 mencatatkan defisit sebesar Rp54,6 triliun.

Meski mengalami tekanan di awal tahun, pemerintah memastikan angka tersebut masih berada dalam batas aman dan sesuai dengan desain fiskal APBN 2026.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan bahwa defisit tersebut hanya setara 0,21 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Baca juga:  PT SAS Diduga Langgar Tata Ruang Jambi, DPR RI Siap Panggil Direksi

“Defisit ini relatif kecil dibandingkan ukuran ekonomi nasional dan masih dalam koridor yang telah direncanakan,” ujarnya dalam konferensi pers APBN KiTA di Jakarta Pusat, Senin (23/2/2026).

Menurut Purbaya, defisit Januari mencerminkan strategi percepatan belanja pemerintah guna mendukung berbagai program prioritas sejak awal tahun.

Akselerasi belanja ini diarahkan untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi pada triwulan pertama 2026.

Secara historis, pola defisit di awal tahun bukan hal yang tidak biasa. Realisasi belanja negara umumnya lebih cepat,

Baca juga:  Kronologi Perjalanan Bilqis: Dijual Rp3 Juta, Dibawa Lintasi 3 Pulau Sebelum Ditemukan di Jambi

sementara penerimaan negara terutama dari sektor perpajakan dan penerimaan negara bukan pajak (PNBP) masih dalam tahap pengumpulan.

Purbaya menegaskan kombinasi antara pendapatan negara yang tetap tumbuh positif dan belanja yang terakselerasi menunjukkan kondisi fiskal nasional tetap sehat.

Dengan defisit yang terjaga di bawah batas yang direncanakan, pemerintah optimistis APBN 2026 mampu menjaga stabilitas makroekonomi sekaligus menopang momentum pertumbuhan hingga akhir tahun.

Baca juga:  Prabowo Yakin Indonesia Bangkit, Siap Kejutkan Dunia Tahun Depan

Pemerintah menegaskan akan terus menjaga disiplin fiskal sepanjang 2026 melalui optimalisasi penerimaan negara dan pengelolaan belanja yang lebih produktif serta tepat sasaran.

Langkah tersebut dinilai krusial untuk memastikan target pertumbuhan ekonomi tetap tercapai, sekaligus menjaga stabilitas keuangan nasional di tengah dinamika global.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait