Cahaya dari Pintu Musala

Oplus_131072

Ibunya kini sudah memiliki kios kecil hasil usahanya menjahit.

Di halaman belakang rumah, Rafi membangun mushala sederhana dan menamainya “Mushala Ar-Rahman”, sebagai penghormatan untuk sosok yang telah mengubah hidupnya.

Pada malam peresmian mushala itu, Rafi berdiri di depan jamaah dan berkata dengan suara bergetar,

Baca juga:  Pukul Terpukul

“Dulu saya datang ke mushala karena merasa hidup saya gelap. Tapi Allah menuntun saya dengan cara yang lembut, melalui seseorang yang tidak pernah lelah berbuat baik.

Maka jika hari ini kita berdiri di tempat ini, ingatlah! Tidak ada kebaikan yang kecil di mata Allah.

Baca juga:  DOA DALAM DUA RIBUAN

Bahkan sekadar membuka pintu mushala dan tersenyum bisa jadi cahaya bagi orang lain.”

Hening sejenak.

Lalu semua jamaah mengucap aamiin.

Rafi menatap pintu mushala barunya yang kini terbuka, cahaya lampu temaram memantul di wajahnya.

Dalam hati, ia berbisik,

“Cahaya itu tak lagi hanya dari pintu mushala, tapi dari hati yang belajar ikhlas.”

image_pdfimage_print

Pos terkait