Cerpen oleh: Salsabiilatul Fitri
Langit sore di sekitar kampus itu tampak kelabu.
Hujan baru saja reda, tapi genangan masih menutupi jalan setapak menuju gerbang.
Rafi berjalan pelan, menunduk, menatap bayangan wajahnya di air.
Di tangannya tergenggam selembar kertas pengumuman beasiswa, namanya tidak ada di sana.
Lagi-lagi gagal.
“Ya Allah… kenapa harus aku lagi?” bisiknya lirih, hampir tak terdengar di tengah suara gerimis.
Sudah tiga kali Rafi mencoba mengajukan beasiswa prestasi, dan tiga kali pula ia harus menelan kecewa.
Padahal ia sudah belajar keras, berdoa tiap malam, dan menahan diri dari semua kesenangan duniawi.
Tapi hasilnya tetap sama. Ia merasa doanya tak sampai ke langit.
Di kamar kos kecilnya, Rafi duduk lama di depan meja belajar.
Foto almarhum ayahnya terpajang di dinding, senyumnya menenangkan tapi sekaligus menyesakkan.
Sejak ayahnya meninggal dua tahun lalu, ibunya bekerja sebagai penjahit di kampung.
Harapan mereka hanya satu: Rafi bisa lulus kuliah dan jadi guru.
Tapi kini semangatnya menurun.
Ia merasa letih menjadi “baik” tanpa hasil.
Pukul lima sore, adzan maghrib berkumandang dari mushala kecil di ujung gang kos.
Suaranya lembut, tapi entah kenapa terasa jauh.
Rafi menatap ke arah jendela, lalu memutuskan untuk tidak berangkat.
“Shalat nanti saja,” gumamnya.
Namun, semakin lama, hatinya justru semakin gelisah.
Hujan berhenti, dan dari balik kaca, ia melihat cahaya kuning dari pintu mushala yang terbuka.
Hanya ada satu orang di sana, seorang pria tua yang sedang menyapu lantai, sesekali berhenti dan tersenyum sendiri.
Ada ketenangan aneh dari pemandangan itu.
Pertemuan di Mushala Esok harinya, setelah kuliah selesai, Rafi akhirnya melangkah ke mushala itu.
Ia berniat shalat Zuhur, meski dengan hati yang masih berat.
Ketika membuka sandal, suara lembut menyapanya.
“Assalamu’alaikum, Nak. Jarang lihat kamu ke sini,” kata pria tua itu sambil tersenyum.
“Wa’alaikumussalam, Pak. Iya, biasanya saya shalat di kampus.”
Pria itu mengangguk.
“Bagus. Tapi jangan lupa, kadang mushala kecil seperti ini juga bisa menenangkan.







