Dana Institusi Masih Mengalir Deras
Salah satu faktor yang masih menopang prospek Bitcoin adalah permintaan dari investor institusional.
ETF Bitcoin di Amerika Serikat mencatat net inflow sekitar US$2,4 miliar sepanjang pekan yang berakhir 25 September, menjadi inflow mingguan terbesar sejak Oktober 2025. Arus dana tersebut bahkan membuat posisi net flow ETF Bitcoin sepanjang 2026 kembali positif.
BlackRock IBIT menjadi kontributor terbesar dengan sekitar US$1,2 miliar inflow selama sepekan, diikuti Fidelity FBTC sekitar US$701,7 juta. Secara keseluruhan, spot Bitcoin ETF mencatat tujuh hari perdagangan berturut-turut dengan arus masuk positif hingga 25 September.
“Arus dana ETF memberikan sinyal bahwa demand institusional masih menjadi salah satu fondasi penting dalam pemulihan Bitcoin. Akan lebih konstruktif lagi apabila inflow tetap bertahan ketika harga bergerak sideways atau mengalami koreksi, karena itu menunjukkan investor tidak sekadar mengejar momentum kenaikan,” kata Yudho.
Bitcoin sebelumnya sempat menembus US$86.000 dan menyentuh level tertinggi dalam delapan bulan pada pekan lalu, bahkan setelah The Fed menaikkan suku bunga. Reli tersebut antara lain didukung arus dana ETF, short covering, serta membaiknya sentimen terhadap aset berisiko.
Oktober Punya Sejumlah Katalis Besar
Meski faktor teknikal dan institusional masih mendukung, arah Bitcoin pada Oktober tetap berpotensi ditentukan oleh kondisi makro AS.
The Fed pada 16 September telah menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%, dengan alasan inflasi masih berada pada level yang tinggi.
Selanjutnya, pasar kripto akan menghadapi laporan tenaga kerja AS untuk September pada 2 Oktober, disusul rilis risalah FOMC pada 7 Oktober dan data inflasi konsumen atau CPI pada 14 Oktober. The Fed kemudian kembali menggelar pertemuan kebijakan pada 27–28 Oktober.
Menurut Yudho, kombinasi data tersebut membuat Oktober berpotensi tetap menjadi bulan dengan volatilitas tinggi.
“Pasar saat ini sudah melewati satu kenaikan suku bunga, tetapi pertanyaan berikutnya adalah apakah The Fed masih perlu mempertahankan sikap agresif. Data tenaga kerja dan inflasi Oktober akan sangat menentukan ekspektasi tersebut. Jika tekanan inflasi mulai mereda tanpa pelemahan ekonomi yang tajam, kondisi itu dapat memberikan ruang lebih baik bagi aset berisiko termasuk Bitcoin,” terangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







