Bitcoin Bisa Lanjut Naik di Oktober? Ini Katalis yang Perlu Dicermati

Dengarkan

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Bitcoin (BTC) memasuki penghujung September dengan momentum yang masih relatif kuat setelah reli dalam beberapa pekan terakhir. Namun, pergerakan menuju Oktober diperkirakan tidak akan sepenuhnya mulus, dengan area US$82.900–US$83.000 menjadi salah satu level penting yang dapat menentukan apakah reli berlanjut atau pasar memasuki fase koreksi.

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (28/9), Bitcoin diperdagangkan sekitar US$83.400, turun sekitar 1,2% dalam 24 jam. Meski terkoreksi secara harian, BTC masih menguat sekitar 7,5% dalam 30 hari terakhir.

Baca juga:  Indosat Perluas Jaringan 5G Medan, Cakupan Lebih dari 99 Persen

CEO & Founder FLOQ, Yudhono Rawis, menilai Bitcoin memasuki Oktober dalam posisi yang lebih kuat dibanding beberapa bulan sebelumnya, tetapi investor perlu memperhatikan kemampuan harga mempertahankan area support terdekat.

“Setelah reli yang cukup kuat, konsolidasi atau koreksi jangka pendek merupakan bagian yang wajar dari pergerakan pasar. Area US$83.000 menjadi menarik untuk diperhatikan. Selama Bitcoin mampu bertahan di sekitar level tersebut, struktur kenaikan jangka pendek masih relatif terjaga dan peluang untuk kembali menguji level yang lebih tinggi tetap terbuka,” ungkap Yudho.

Baca juga:  PPATK Blokir Rekening Dana Syariah Indonesia, Kasus Gagal Bayar Terus Diawasi OJK

US$83.000 Jadi Level Kunci

Secara teknikal, area US$82.900–US$83.000 dipandang sebagai support penting memasuki Oktober. Selama area tersebut bertahan, Bitcoin masih berpeluang kembali menguji US$88.600 hingga US$92.200.

Sebaliknya, penurunan yang konsisten di bawah US$83.000 dapat membuka ruang koreksi menuju sekitar US$81.600, sebelum area rata-rata 50 pekan di kisaran US$78.700 kembali menjadi perhatian.

Yudho menilai koreksi tidak selalu berarti berakhirnya tren naik. Setelah kenaikan yang cepat, pasar justru membutuhkan periode konsolidasi untuk mengurangi leverage dan membentuk basis harga yang lebih sehat.

Baca juga:  Tak Perlu Lagi Kupon Fisik, Yamaha Luncurkan E-KSG untuk Layanan Servis Digital

“Perlu dibedakan adalah koreksi normal dan perubahan tren. Penurunan singkat di bawah US$83.000 belum otomatis mengubah outlook menjadi bearish. Namun, jika harga gagal kembali ke area tersebut dan tekanan jual meningkat, pasar perlu mulai memperhitungkan kemungkinan konsolidasi yang lebih dalam,” jelas Yudho.

image_pdfimage_print

Pos terkait