Bekam untuk Nyeri dan Stres? Ini yang Perlu Diketahui Sebelum Mencoba

Terapi bekam atau cupping therapy bisa membantu relaksasi dan meredakan nyeri ringan. Simak manfaat, risiko, dan tips aman sebelum mencoba bekam agar tetap sehat dan aman.

SEPUCUKJAMBI.ID – Terapi bekam atau cupping therapy merupakan metode pengobatan tradisional yang sudah dipraktikkan selama ribuan tahun di berbagai belahan dunia, termasuk Tiongkok dan Timur Tengah.

Belakangan ini, bekam kembali populer sebagai terapi alternatif untuk mengatasi berbagai keluhan kesehatan.

Namun, apakah bekam benar-benar terbukti efektif secara medis?

Apa Itu Bekam?

Bekam dilakukan dengan menempelkan cawan khusus pada kulit untuk menciptakan hisapan.

Tujuannya adalah merangsang aliran darah di area tertentu, sehingga dipercaya dapat membantu meredakan ketegangan otot, mengurangi peradangan ringan, dan memberi efek relaksasi.

Baca juga:  Tren Tanaman Indoor dan Dampaknya bagi Kesehatan Fisik dan Mental

Manfaat Bekam yang Umum Dirasakan

Banyak orang menggunakan bekam untuk mengatasi:

  • Nyeri otot, sakit punggung, pegal di leher dan bahu

  • Sakit kepala ringan

  • Stres dan kelelahan

Efek relaksasi yang dirasakan kemungkinan terkait dengan peningkatan sirkulasi darah lokal dan stimulasi saraf pada kulit.

Jenis Terapi Bekam

Terdapat dua jenis utama:

  1. Bekam kering: tanpa melukai kulit, hanya hisapan pada permukaan.

  2. Bekam basah: melibatkan sayatan kecil untuk mengeluarkan sedikit darah setelah proses hisap.

Kedua metode bertujuan memberikan efek terapeutik melalui stimulasi jaringan tubuh.

Baca juga:  Ganja Medis Diusulkan Legalisasi, Ini Respons BNN dan Legislator

Apa Kata Medis?

Bukti ilmiah mengenai bekam masih terbatas. Beberapa studi menunjukkan terapi ini dapat membantu meredakan nyeri ringan hingga sedang, terutama gangguan otot dan sendi.

Namun, bekam tidak dianjurkan sebagai pengobatan utama untuk penyakit serius, melainkan sebagai terapi komplementer.

Risiko dan Efek Samping

Efek samping yang umum meliputi:

  • Memar atau kemerahan pada kulit

  • Nyeri ringan di area terapi

  • Iritasi kulit

Bagi orang dengan kondisi tertentu seperti gangguan pembekuan darah, anemia, infeksi kulit, atau sistem imun lemah, terapi bekam bisa menimbulkan komplikasi jika tidak dilakukan dengan benar.

Baca juga:  Jangan Diabaikan, Ini Berbagai Penyebab Bibir Terlihat Pucat

Tips Aman Menjalani Bekam

  • Konsultasikan terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan, terutama bagi penderita penyakit kronis

  • Pastikan praktik dilakukan oleh terapis berpengalaman

  • Gunakan alat yang higienis dan steril

💡 Kesimpulan:
Terapi bekam bisa memberikan manfaat berupa relaksasi dan membantu meredakan keluhan ringan.

Namun, selalu perhatikan faktor keamanan dan konsultasi medis agar efek positifnya optimal tanpa menimbulkan risiko.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait