Bencana Longsor dan Banjir Melanda Merangin, Wabup Ajak Warga Waspada

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Wakil Bupati Merangin, HA Khafid Moein, memimpin Safari Ramadan 1446 H di Desa Mentawak, Kecamatan Nalotantan, Jumat (14/3).

Acara dilaksanakan di Masjid Baitul Ikhlas desa setempat.

Pada kesempatan itu, Wabup mengingatkan warga untuk waspada terhadap cuaca ekstrem.

Curah hujan tinggi menyebabkan longsor dan banjir di beberapa daerah.

Baca juga:  Bupati Merangin Soroti Penyimpanan Uang, Gubernur Jambi Apresiasi Kerja TPID

‘’Disebabkan curah hujan yang cukup tinggi mengguyur Kabupaten Merangin, di beberapa lokasi sudah terjadi longsor, seperti jalan dari Kota Bangko menuju kawasan Jangkat,’’ujar Wabup.

Beberapa daerah seperti jalan menuju Jangkat dan desa Simpang Limbur serta Renah Medan tergenang banjir.

Bupati Merangin H M Syukur sudah meninjau lokasi bersama Kadis PUPR Merangin, Zulhifni.

Wabup mencatat banyak bencana terjadi sejak pelantikan H M Syukur sebagai Bupati pada 20 Februari 2025.

Baca juga:  BBM Terkontaminasi Air di SPBU Merangin, Pertamina Segera Tanggapi Keluhan Masyarakat

Baca juga:  Safari Ramadhan MUI Provinsi Jambi, Merangin sebagai Pusat Lahirnya Ulama Hebat

Warga diminta waspada terhadap potensi banjir bandang.

Wabup memberikan santunan untuk lansia dan bantuan alat pembersih masjid.

Ia juga menyerahkan CSR Bank Jambi senilai Rp 5 juta untuk pembangunan masjid.

Dalam Safari Ramadan, H. Arfandi Ibnu Hajar memberikan ceramah tentang amal sholeh yang dilakukan di bulan suci Ramadan.(*)




Bupati Merangin Soroti Penyimpanan Uang, Gubernur Jambi Apresiasi Kerja TPID

BANGKO, SEPUCUKJAMBI.ID – Gubernur Jambi H. Al Haris memimpin High Level Meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Jambi, Jumat (14/3).

Pertemuan ini dihadiri oleh para bupati/walikota se-Provinsi Jambi.

Dalam rakor, Bupati Merangin H. M. Syukur menyampaikan kekhawatirannya terkait masyarakat yang cenderung menyimpan uang.

Hal ini membuat perputaran pasar cenderung stagnan.

Baca juga:  BBM Terkontaminasi Air di SPBU Merangin, Pertamina Segera Tanggapi Keluhan Masyarakat

Baca juga:  Safari Ramadhan MUI Provinsi Jambi, Merangin sebagai Pusat Lahirnya Ulama Hebat

Bupati Merangin juga mengungkapkan penurunan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia meminta bank untuk melakukan intervensi agar uang tidak menumpuk di bank.

Bupati Merangin melaporkan bahwa harga komoditi pokok di pasaran stabil dan cenderung turun, seperti cabai rawit, cabai merah, dan bawang.

Bupati Merangin menambahkan bahwa stok beras aman hingga Hari Raya Idul Fitri.

Baca juga:  Mobil Pelaku Dimodifikasi, Polres Merangin Gagalkan Pengangkutan BBM Bersubsidi

Baca juga:  Bupati Merangin Ajak Masyarakat Bersatu Membangun Merangin Menuju 2030

Namun, sebagian besar jalan di kabupaten rusak akibat musim hujan.

Gubernur Jambi mengapresiasi kerja keras TPID Provinsi Jambi dan seluruh TPID kabupaten/kota dalam menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

“Harga yang stabil, mudah dijangkau, lancar distribusinya dan tidak ada kelangkaan-kelangkaaan, sehingga tidak menimbulkan kemahalan harga untuk masyarakat,”ujar Gubernur Jambi.

Tanpak hadir mendampingi bupati Merangin pada High Level Meeting TPID Provinsi Jambi tersebut, Plt Kepala Bapeda Kabupaten Merangin Zainal Abidan dan Kabag Ekonomi Setda Merangin Daryanto. ((*)




UEFA Nations League: Panggil Dua Pemain Baru, Italia Siap Hadapi Jerman di Perempat Final

SEPUCUKJAMBI.ID – Pelatih timnas Italia, Luciano Spalletti, memanggil dua pemain baru untuk pertandingan perempat final UEFA Nations League.

Bek Atalanta, Matteo Ruggeri, dan gelandang muda Torino, Cesare Casadei, masuk dalam 25 pemain timnas.

Cesare Casadei, yang baru kembali ke Italia dari Chelsea bulan lalu, bergabung dengan timnas bersama pemain muda lainnya, Daniel Maldini.

Italia akan menjamu Jerman di San Siro pada Kamis (19/3), lalu melawat ke Dortmund untuk leg kedua pada Minggu (23/3).

Baca juga:  Alasan Cidera, Neymar Terpaksa Dicoret dari Skuad Timnas Brasil

Baca juga:  Miretti Cetak Dua Gol, Genoa Kalahkan Lecce 2-1 di Liga Italia

Pemenang dari dua pertandingan ini akan menjadi tuan rumah Nations League pada Juni mendatang. Jika Italia lolos, mereka memilih tampil di Turin.(*)




Program Sekolah Rakyat Menyasar Keluarga Miskin dan Miskin Ekstrem

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, atau Gus Ipul, mengungkapkan bahwa Pemerintah Republik Indonesia sedang mempersiapkan Program Sekolah Rakyat yang akan segera diluncurkan.

Program ini bertujuan untuk membantu siswa dari keluarga miskin.

“Semua tim sudah melakukan rapat koordinasi. Ada tim khusus untuk kurikulum, perekrutan guru, dan sarana-prasarana,” kata Gus Ipul di Jakarta, Sabtu.

Dalam hal perekrutan tenaga pengajar, pemerintah akan menggunakan guru ASN yang memenuhi syarat.

Baca juga:  Arab Saudi Buka Peluang Baru untuk 600.000 Pekerja Migran Indonesia, Ini Detailnya

Baca juga:  Alasan Cidera, Neymar Terpaksa Dicoret dari Skuad Timnas Brasil

Mereka akan menjalani tes seleksi setelah lulus tes PBG (Pusat Belajar Guru). Penempatan guru akan disesuaikan dengan domisili mereka.

Baca juga:  Miretti Cetak Dua Gol, Genoa Kalahkan Lecce 2-1 di Liga Italia

Baca juga:  Hasto Kristiyanto Didakwa Suap dan Halangi Penyidikan Kasus Harun Masiku

Gus Ipul menjelaskan, tenaga pengajar yang lulus seleksi akan mendapatkan pelatihan khusus sebelum mengajar.

Tim perekrutan dipimpin oleh Prof. Nuh, mantan Menteri Pendidikan Nasional, dan melibatkan tim dari Kemendikdasmen serta Kemdikdikti.

Gus Ipul menyatakan bahwa calon siswa Sekolah Rakyat harus memenuhi beberapa kriteria.

Mereka harus berada di desil 1 atau 2 pada DTSEN (Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional). Proses seleksi ini juga sudah disusun.

Baca juga:  Hasto Kristiyanto Tegaskan Siap Ikuti Proses Hukum! Kasus Dugaan Perintangan Penyidikan Korupsi Harun Masiku

Baca juga:  Bupati Sarolangun Ajak ASN Ikut Gerakan Gemastajid Maju, Ciptakan Kebersamaan dalam Ibadah

Perekrutan siswa akan diprioritaskan bagi anak-anak yang tinggal di sekitar lokasi Sekolah Rakyat.

Tujuannya untuk menghindari anak-anak putus sekolah di tengah jalan.

Siswa Sekolah Rakyat akan melalui tahap orientasi sebelum memulai pendidikan.

Kolaborasi dengan pemerintah daerah berjalan lancar, dan banyak daerah telah mengajukan lokasi calon Sekolah Rakyat.

Baca juga:  Turut Berduka Cita, Staf Diskominfo Kota Jambi Gugur Dalam Tugas, Ini Kata Walikota dan Kadis Kominfo

Baca juga:  Bupati Muaro Jambi Tanam Jagung Hibrida sebagai Dukungan Swasembada Pangan

Sekolah Rakyat akan didirikan untuk membantu siswa dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang tercatat di DTSEN.

Sekolah ini akan berkonsep asrama gratis, menanggung biaya sekolah, makan, dan tempat tinggal. Program ini bertujuan untuk mengubah taraf kesejahteraan keluarga siswa.

Sekolah Rakyat akan mencakup jenjang SD hingga SMA dengan kurikulum yang mencakup pendidikan formal dan karakter.

Tujuan utamanya adalah mempersiapkan sumber daya manusia Indonesia yang siap bersaing di tingkat perguruan tinggi dan mengatasi kemiskinan antargenerasi.(*)




Arab Saudi Buka Peluang Baru untuk 600.000 Pekerja Migran Indonesia, Ini Detailnya

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) akan segera menandatangani nota kesepahaman terkait pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi, setelah moratorium dengan negara tersebut dicabut.

Penandatanganan MoU direncanakan akan berlangsung pada 20 Maret 2025, seperti yang diungkapkan Menteri KP2MI, Abdul Kadir Karding, di Tangerang, pada Sabtu.

Menteri Karding menjelaskan bahwa, pengiriman pekerja migran Indonesia (PMI) ke Arab Saudi akan melibatkan sekitar 600.000 orang.

Sekitar 60% di antaranya akan bekerja di sektor domestik, terutama dalam pekerjaan rumah tangga, sementara sekitar 40% akan ditempatkan di sektor pekerjaan formal.

Baca juga:  Hasto Kristiyanto Didakwa Suap dan Halangi Penyidikan Kasus Harun Masiku

Baca juga:  Hasto Kristiyanto Tegaskan Siap Ikuti Proses Hukum! Kasus Dugaan Perintangan Penyidikan Korupsi Harun Masiku

“Untuk pekerja sektor domestik, kami sudah menyiapkan skema pelatihan khusus. Sementara sektor formal akan melibatkan pekerja terampil yang memiliki keahlian tertentu,” ujar Karding.

Pengiriman pekerja migran ini akan disahkan melalui perjanjian kerja sama bilateral antara Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi yang akan segera ditandatangani.

Dalam kesepakatan ini, para pekerja migran Indonesia akan mendapatkan perlindungan maksimal.

Berupa asuransi kesehatan, jiwa, dan ketenagakerjaan, serta diatur mengenai pembagian waktu kerja, jam lembur, dan jam istirahat.

Salah satu poin penting dalam perjanjian ini adalah jaminan upah minimum bagi pekerja migran Indonesia, dengan nilai terendah 1.500.000 Riyal Saudi, yang setara dengan sekitar Rp6.300.000.

Baca juga:  Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Terdampak Banjir Akibat Hujan Lebat

Baca juga:  Bupati Muaro Jambi Tanam Jagung Hibrida sebagai Dukungan Swasembada Pangan

Kesepakatan ini diharapkan dapat memberikan kesejahteraan lebih bagi para pekerja migran Indonesia di Arab Saudi.

Selama masa kerja sama ini, seluruh pekerja migran Indonesia akan terdaftar dan terintegrasi dalam data ketenagakerjaan resmi antara kedua negara.

Dengan adanya integrasi data ini, pekerja migran yang semula bekerja secara nonprosedural dapat diubah statusnya menjadi prosedural, yang akan memastikan perlindungan dan hak-hak mereka selama bekerja di Arab Saudi.

Moratorium penempatan pekerja migran Indonesia ke Arab Saudi telah diberlakukan sejak tahun 2015 sebagai respons terhadap banyaknya kasus penyelundupan pekerja secara ilegal.

Baca juga:  Alasan Cidera, Neymar Terpaksa Dicoret dari Skuad Timnas Brasil

Baca juga:  Miretti Cetak Dua Gol, Genoa Kalahkan Lecce 2-1 di Liga Italia

Penurunan angka pekerja migran ilegal diharapkan dapat mengurangi angka permasalahan yang sering terjadi dalam penyaluran PMI.

Karding juga menegaskan bahwa dengan dibukanya kembali pengiriman pekerja migran ke Arab Saudi, potensi devisa yang dapat diterima Indonesia diperkirakan mencapai Rp31 triliun.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memastikan proses pengiriman pekerja migran ini berjalan sesuai prosedur dan memberikan manfaat yang maksimal bagi negara.(*)




Alasan Cidera, Neymar Terpaksa Dicoret dari Skuad Timnas Brasil

SEPUCUKJAMBI.ID – Bintang Brasil, Neymar, resmi dicoret dari skuad tim nasional Brasil.

Neymar akan melewati dua pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Kolombia dan Argentina setelah mengalami cedera lutut.

Pengumuman ini disampaikan melalui laman resmi CBF pada Sabtu.

Setelah absen selama satu setengah tahun membela timnas Brasil akibat cedera sebelumnya.

Baca juga:  Miretti Cetak Dua Gol, Genoa Kalahkan Lecce 2-1 di Liga Italia

Baca juga:  Cody Gakpo Kembali Berlatih, Liverpool Siap Hadapi PSG di Leg Kedua Liga Champions

Neymar akhirnya mulai menunjukkan performa yang semakin membaik sejak kembali ke Santos pada Februari.

Namun, cedera lutut yang dideritanya membuat pemain yang kini menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa timnas Brasil dengan 79 gol ini harus melewatkan dua laga penting.

Selain Neymar, dua pemain lain yang juga dicoret dari skuad adalah kiper Ederson dan bek Danilo.

Untuk menggantikan mereka, pelatih timnas Brasil, Dorival Junior, memanggil pemain baru seperti Lucas Perri, Alex Sandro, dan talenta muda Endrick.

Baca juga:  AC Milan Tumbang dari Bologna, Terpuruk di Posisi Kedelapan Serie A

Baca juga:  Kalah Menyakitkan di Kandang, Atalanta Tersingkir dari Liga Champions 2024/202

Timnas Brasil dijadwalkan akan menghadapi Kolombia pada 20 Maret 2025.

Lima hari kemudian bertemu dengan rival bebuyutan sekaligus juara dunia Argentina di Buenos Aires.

Tanpa Neymar, Brasil diharapkan tetap bisa bersaing meskipun berada di posisi kelima klasemen sementara kualifikasi zona Amerika Selatan.

Neymar baru-baru ini mencetak gol pertamanya dalam lebih dari satu tahun saat ia mencetak gol pembuka untuk Santos dalam pertandingan dua pekan lalu.

Kembalinya pemain berusia 31 tahun ini ke klub masa kecilnya diharapkan dapat membantu pemulihannya, meskipun cedera lututnya kini menjadi halangan besar.(*)




Miretti Cetak Dua Gol, Genoa Kalahkan Lecce 2-1 di Liga Italia

SEPUCUKJAMBI.ID – Genoa berhasil kembali ke jalur kemenangan setelah mengalahkan Lecce dengan skor 2-1 dalam pertandingan Liga Italia yang berlangsung di Stadion Luigi Ferraris, Genoa, pada Sabtu malam.

Genoa memimpin pertandingan berkat dua gol spektakuler dari Fabio Miretti. Gol pertama tercipta pada menit ke-16 melalui penyelesaian akrobatik yang memanfaatkan umpan cerdik dari Ruslan Malinovskyi.

Gol kedua terjadi pada menit ke-45+2, berkat kerja sama yang kembali melibatkan Malinovskyi, yang memberikan assist brilian kepada Miretti untuk menggandakan keunggulan tim tuan rumah menjadi 2-0.

Lecce memperkecil ketertinggalan pada menit ke-68 setelah eksekusi penalti yang sukses dilakukan oleh Nikola Krstovic.

Baca juga:  Cody Gakpo Kembali Berlatih, Liverpool Siap Hadapi PSG di Leg Kedua Liga Champions

Baca juga:  TiKay, Maskot Piala Dunia Sepak Bola Pantai 2025 Seychelles, Diperkenalkan FIFA

Penalti diberikan setelah tinjauan VAR yang mengidentifikasi blok tangan yang dilakukan oleh pemain pengganti Genoa, Allan Matturo, terhadap tembakan Danilo Veiga.

Kemenangan ini membuat Genoa naik ke posisi ke-12 dengan total 35 poin. Di sisi lain, Lecce tertahan di posisi ke-16 dengan 25 poin, berjuang keras untuk keluar dari zona aman.

Genoa kembali diperkuat oleh Ruslan Malinovskyi yang telah pulih dari cedera panjang selama enam bulan.

Malinovskyi langsung menunjukkan kualitasnya dengan memberikan dua assist yang membantu kemenangan Genoa.

Baca juga:  PSG Wajib Menang Dua Gol, untuk Lolos ke Perempat Final Liga Champions

Baca juga:  AC Milan Tumbang dari Bologna, Terpuruk di Posisi Kedelapan Serie A

Susunan Pemain:

  • Genoa: Nicola Leali, Stefano Sabelli, Koni De Winter, Johan Vasquez, Aaron Martin, Morten Frendrup, Patrizio Masini, Alessandro Zanoli, Ruslan Malinovskyi, Fabio Miretti, Andrea Pinamonti
    Pelatih: Patrick Vieira

  • Lecce: Wladimiro Falcone, Frederic Guilbert, Federico Baschirotto, Gaby Jean, Antonino Gallo, Lassana Coulibally, Medon Berisha, Santiago Pierotti, Johann Helgason, Tete Morente, Nikola Krstovic
    Pelatih: Marco Giampaolo. (*)




Turut Berduka Cita, Staf Diskominfo Kota Jambi Gugur Dalam Tugas, Ini Kata Walikota dan Kadis Kominfo

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Keluarga besar Pemerintah Kota Jambi berduka. Salah seorang pegawainya, Marhamah meninggal dunia, pada Kamis sore sekira pukul 17.30 WIB.

Almarhumah Marhamah TKK yang bekerja di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi itu menghembuskan nafas terakhirnya setelah sebelumnya mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bratanata Kota Jambi.

Wali Kota Jambi, dokter Maulana yang hadir dan memimpin sholat jenazah turut menyampaikan duka citanya dan mendoakan Almarhumah.

“Sebagai pribadi dan atas nama Pemerintah Kota Jambi, Saya menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Almarhumah Marhamah, S.E., M.Kom, salah satu tenaga kerja kontrak (TKK) pada Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi, yang telah mengabdikan dirinya dengan penuh dedikasi,” ucap Wali Kota Maulana.

Maulana juga mengapresiasi kinerja Almarhumah selama bekerja di Pemerintah Kota Jambi.

“Almarhumah berkinerja baik, sosok yang tekun, dan penuh tanggung jawab. Semoga Almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala khilafnya, serta diterima segala amal ibadahnya. Kepada keluarga yang ditinggalkan, kami juga mendoakan agar diberikan ketabahan dan kekuatan dalam menghadapi cobaan ini,” tambah Maulana.

Senada dengan Wali Kota, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Jambi, Abu Bakar, turut menyampaikan belasungkawanya.

“Kami jajaran Diskominfo Kota Jambi turut berduka yang mendalam atas berpulangnya Almarhumah. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kehadiran langsung bapak Wali Kota yang memimpin sholat jenazah sekaligus melepas Almarhumah keperistirahatannya,” ucapnya.

Abu juga mengenang mendiang Marhamah sebagai sosok yang berkinerja baik selama di Diskominfo Kota Jambi.

“Almarhumah adalah salah satu pegawai kami yang memiliki kinerja sangat baik, selain kreatif, Almarhumah juga sosok yang disiplin, santun sekaligus ceria. Dia memberikan kontribusi nyata dalam tugasnya, khususnya di bidang TIKS tempatnya bekerja. Kepergiannya merupakan kehilangan besar bagi kami semua, khususnya bagi rekan-rekan yang telah bekerja selama ini bersama Almarhumah,” sambungnya.

Abu juga berharap keluarga ikhlas dan sabar, karena Almarhumah insyaAllah husnul khatimah.

“Kami berharap keluarga ikhlas dan sabar menghadapi cobaan ini, insyaAllah Almarhumah husnul khatimah. Ia meninggal saat pulang setelah melaksanakan tugasnya sebagai Abdi Negara, meninggalnya juga di bulan yang baik, yakni bulan suci Ramadhan terlebih lagi Almarhumah juga sedang menjalankan ibadah puasanya,” tambah Abu Bakar.

“Kami juga mengucapkan terima kasih atas dedikasi dan pengabdiannya selama kurang lebih 11 tahun mengabdi di Pemerintah Kota Jambi, selamat jalan Ema, orang baik, insyaAllah min ahlil khair wa husnul khatimah,” tutup Kadis Kominfo Kota Jambi itu.

Almarhumah Marhamah adalah TKK yang bekerja di Diskominfo Kota Jambi. Magister Ilmu Komputer lulusan UNAMA itu ditempatkan di bidang Tata Kelola Teknologi, Informatika dan Statistik. Ia memulai karirnya sebagai TKK sejak tahun 2014 di Kantor Pengolahan Data Elektronik (PDE) Pemerintah Kota Jambi, yang kemudian sejak tahun 2017 PDE berubah status menjadi Diskominfo Kota Jambi.

Mendiang Marhamah lulus seleksi PPPK Pemerintah Kota Jambi formasi tahun 2024, rencananya Almarhumah akan diangkat sebagai ASN dari formasi PPPK di tahun 2025 ini. Selamat jalan Ema, Alfatihah.(*)




Hasto Kristiyanto Didakwa Suap dan Halangi Penyidikan Kasus Harun Masiku

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sekjen DPP  PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, didakwa memberikan uang senilai 57.350 dolar Singapura atau setara Rp600 juta kepada Anggota  KPU periode 2017-2022, Wahyu Setiawan, pada 2019-2020.

Uang tersebut diduga diberikan agar Wahyu mengupayakan pergantian antarwaktu (PAW) Calon Legislatif Terpilih Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan (Sumsel) I, yang sebelumnya memenangkan Riezky Aprilia, kepada tersangka Harun Masiku.

Jaksa KPK, Wawan Yunarwanto, mengungkapkan bahwa suap tersebut merupakan bagian dari upaya Hasto, bersama advokat Donny Tri Istiqomah, mantan terpidana kasus Harun Masiku, Saeful Bahri, dan Harun Masiku untuk memuluskan PAW tersebut.

“Perbuatan melawan hukum ini dilakukan terdakwa bersama-sama dengan beberapa pihak yang terlibat dalam kasus ini,” ujar JPU saat sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Jumat (14/3).

Baca juga:  Hasto Kristiyanto Tegaskan Siap Ikuti Proses Hukum! Kasus Dugaan Perintangan Penyidikan Korupsi Harun Masiku

Baca juga:  Grand Re-Opening Planet Surf WTC Batanghari Jambi, Nikmati Berbagai Promo Eksklusif dan Belanja yang Menyenangkan

Selain memberi suap, Hasto juga didakwa menghalangi penyidikan kasus korupsi yang menyeret Harun Masiku.

Hasto diduga memerintahkan Harun untuk merendam telepon genggamnya ke dalam air, melalui penjaga Rumah Aspirasi, Nur Hasan, sebagai tindakan pencegahan terhadap upaya paksa yang dilakukan penyidik KPK.

Perintah untuk merendam ponsel tersebut diduga dikeluarkan oleh Hasto setelah KPK melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Wahyu Setiawan.

Hasto juga diduga memerintahkan ajudannya, Kusnadi, untuk menenggelamkan telepon genggam guna mengantisipasi penyidik KPK yang akan melakukan penyitaan.

Baca juga:  Bupati Sarolangun Ajak ASN Ikut Gerakan Gemastajid Maju, Ciptakan Kebersamaan dalam Ibadah

Baca juga:  Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Terdampak Banjir Akibat Hujan Lebat

Tindakannya ini membuat Hasto terancam pidana berdasarkan Pasal 21 dan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 65 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 jo. Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Kasus ini berawal sebelum Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, saat KPU menerima informasi bahwa Nazarudin Kiemas, calon legislatif DPR Dapil Sumsel I dari PDI Perjuangan, meninggal dunia pada 26 Maret 2019.

Berdasarkan informasi ini, KPU mengirimkan surat kepada DPP PDI Perjuangan yang kemudian mengonfirmasi kematian Nazarudin melalui surat tertanggal 11 April 2019.

Setelah itu, dilakukan pemungutan suara ulang dengan Riezky Aprilia yang memperoleh suara terbanyak.

Baca juga:  Jonathan Christie Gagal Pertahankan Gelar Tunggal Putra All England 2025

Baca juga:  Warga Sei Pinang Hanyut di Sungai Batang Bungo, Pencarian Masih Berlangsung

Namun, Harun Masiku yang mendapat suara jauh lebih sedikit, hanya 5.878 suara, tetap diupayakan untuk menjadi anggota DPR. Pada 5 Agustus 2019, DPP PDI Perjuangan mengirimkan surat kepada KPU yang meminta agar suara dari calon yang meninggal dialihkan kepada Harun.

Pada 26 Agustus 2019, KPU menanggapi surat tersebut dengan menegaskan bahwa permohonan itu tidak dapat dipenuhi karena bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku.

Rangkaian pemberian suap dimulai pada 5 Desember 2019, saat Saeful bertanya kepada Agustiani Tio Fridelina mengenai biaya operasional yang diperlukan untuk memuluskan PAW Harun Masiku.

Agustiani kemudian menghubungi Wahyu Setiawan dan mereka sepakat untuk menyediakan dana sebesar Rp750 juta, yang kemudian disesuaikan menjadi Rp1 miliar.

Baca juga:  Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jambi: Komitmen Layanan Kesehatan Berkualitas dan Tanpa Diskriminasi

Baca juga:  Menag Imbau Pejabat Tak Gunakan Fasilitas Negara, untuk Kepentingan Pribadi Jelang Lebaran 2025

Pada 17 Desember 2019, Agustiani bertemu dengan Saeful dan Wahyu untuk membicarakan permohonan bantuan.

Setelah itu, Saeful menyerahkan uang muka operasional sebesar 19 ribu dolar Singapura kepada Agustiani yang kemudian diteruskan kepada Wahyu.

Pada 26 Desember 2019, Agustiani kembali menerima uang tambahan sebesar 38.350 dolar Singapura untuk biaya operasional Wahyu.

Akhirnya, pada 8 Januari 2020, Wahyu menghubungi Agustiani untuk meminta tambahan uang sebesar Rp50 juta untuk mengganti biaya pertemuan sebelumnya.

Baca juga:  Belanja Bareng Yatim dan Dhuafa, Wawako Diza Beri Semangat Optimis dan Motivasi

Baca juga:  Masalah Makanan Diduga Jadi Pemicu, Buntut Pelarian 50 Narapidana dari Lapas Kutacane

Namun, saat itu, KPK mengamankan Wahyu, Agustiani, Saeful, dan Donny bersama uang sejumlah 38.350 dolar Singapura.

Hasto Kristiyanto kini menghadapi dakwaan yang bisa membuatnya terjerat dalam tindak pidana yang diatur dalam Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Proses hukum terhadap Hasto dan para pihak terkait dalam kasus ini akan terus berjalan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku.

Dengan perkembangan kasus ini, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami proses hukum yang sedang berlangsung dan pentingnya penegakan hukum yang adil dalam pemerintahan dan politik Indonesia.(*)




Hasto Kristiyanto Tegaskan Siap Ikuti Proses Hukum! Kasus Dugaan Perintangan Penyidikan Korupsi Harun Masiku

JAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Sekjen DPP PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menegaskan bahwa, ia akan mengikuti seluruh proses hukum terkait kasus dugaan perintangan penyidikan kasus korupsi dengan tersangka Harun Masiku dan pemberian suap.

“Republik Indonesia dibangun dengan pengorbanan jiwa dan raga para pahlawan bangsa, yang berjuang demi negara hukum. Tanpa adanya supremasi hukum, keadilan, dan penghormatan terhadap proses hukum yang sudah inkrah, negara ini tidak akan berdiri kokoh,” ujar Hasto setelah menghadiri sidang pembacaan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (14/3).

Menurut Hasto, jika proses hukum yang sudah berkekuatan hukum tetap bisa didaur ulang kembali karena kepentingan politik, maka cita-cita untuk membangun negara dan menarik investasi akan menjadi sia-sia.

Hasto mengaku sudah mendengarkan dengan seksama seluruh surat dakwaan yang dibacakan oleh penuntut umum.

Baca juga:  Grand Re-Opening Planet Surf WTC Batanghari Jambi, Nikmati Berbagai Promo Eksklusif dan Belanja yang Menyenangkan

Baca juga:  Kakanwil Ditjenpas Jambi dan Walikota Jambi Makan Bersama Warga binaan Lapas Jambi saat Safari Ramadan

Berdasarkan dakwaan tersebut, ia meyakini bahwa kasus yang menjeratnya merupakan kriminalisasi hukum yang bertujuan untuk membongkar perkara yang sudah inkrah dan kembali diproses karena kepentingan politik tertentu.

“Semoga ini menjadi pelajaran bagi kita semua bahwa cita-cita menegakkan hukum yang berkeadilan adalah cita-cita seluruh bangsa Indonesia,” tambah Hasto.

Dalam kasus ini, Hasto didakwa menghalangi penyidikan kasus korupsi yang melibatkan Harun Masiku sebagai tersangka, pada rentang waktu 2019-2024.

Ia diduga menginstruksikan Harun Masiku untuk merendam telepon genggam miliknya ke dalam air, setelah penangkapan tangan oleh KPK terhadap Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wahyu Setiawan.

Baca juga:  Kota Sungai Penuh dan Kabupaten Kerinci Terdampak Banjir Akibat Hujan Lebat

Baca juga:  BBM Terkontaminasi Air di SPBU Merangin, Pertamina Segera Tanggapi Keluhan Masyarakat

Tidak hanya itu, Hasto juga disebutkan memerintahkan ajudannya, Kusnadi, untuk menenggelamkan telepon genggam sebagai antisipasi terhadap upaya paksa penyidik KPK.

Selain tuduhan menghalangi penyidikan, Hasto didakwa bersama dengan beberapa pihak lainnya, termasuk advokat Donny Tri Istiqomah, Saeful Bahri, dan Harun Masiku, memberikan suap sejumlah 57.350 dolar Singapura (sekitar Rp600 juta) kepada Wahyu Setiawan pada 2019-2020.

Suap ini diduga diberikan untuk mempengaruhi keputusan KPU agar menyetujui pergantian antarwaktu (PAW) Calon Legislatif Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan I, yang awalnya diberikan kepada Riezky Aprilia, untuk diserahkan kepada Harun Masiku.

Hasto Kristiyanto kini terancam pidana berdasarkan Pasal 21 dan Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi yang telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 65 Ayat (1) dan Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 jo Pasal 64 Ayat (1) KUHP.

Dengan berjalannya proses hukum ini, Hasto berharap seluruh proses akan berjalan sesuai dengan aturan hukum yang berlaku, demi tegaknya keadilan di Indonesia.(*)