“Saat ini kita telah memulai sistem pengendalian terhadap banjir yang sedang dibangun melalui kolaborasi antara Pemerintah Kota, Provinsi dan Pusat. Yang memfokuskan pada kawasan sistem asam yang dampaknya dapat mengurangi banjir hingga 60 persen,” tuturnya.
“Insya allah dalam kepemimpinan saya bersama Bapak Wakil Wali Kota, banjir Kota Jambi ini bisa berkurang, karena daerah kita ini adalah kawasan strategis yang harus terus tumbuh dan berkembang,” pungkas Wali Kota Maulana.
Sementara itu, mewakili Kepala Dinas PUPR Kota Jambi, Sekretaris DPUPR Yunius mengatakan, kegiatan Penyusunan KLHS RDTR Kota Jambi ini merupakan bentuk respon cepat Pemerintah dalam menyiapkan regulasi penataan ruang.
“Adapun maksud forum konsultasi publik ini sebagai penyiapan tata ruang yang sesuai kaidah langkah sebagaimana tertuang pada peraturan perundang-undangan. Dengan tujuan agar peserta mendapat gambaran tentang KLHS RDTR dan menyampaikan masukan sesuai dengan profesi ataupun permasalahan perkotaan yang diketahui,” katanya.
Sebagai peserta pada kegiatan ini, Yunius menyebut, terdiri dari perwakilan Pemerintah Daerah, Akademisi Perguruan Tinggi, Asosiasi Profesi, hingga Tokoh Masyarakat.(*)







