Insiden ‘Server Error’ Massal: Cloudflare Alami Gangguan, Jutaan Situs Down Serentak! Termasuk X, ChatGPT, Spotify

Cloudflare alami gangguan besar hari ini. Akses ke X (Twitter), ChatGPT, dan Spotify lumpuh serentak, menyoroti risiko single point of failure di internet global.
Dengarkan

SEPUCUKJAMBI.ID – Gangguan besar pada penyedia infrastruktur internet global, Cloudflare, dilaporkan terjadi pada Selasa pagi, menyebabkan akses ke berbagai situs web dan layanan digital utama di seluruh dunia terhenti.

Platform populer seperti X (sebelumnya Twitter), layanan chatbot ChatGPT milik OpenAI, hingga berbagai layanan game online dan streaming musik mengalami error dan tidak dapat diakses pengguna.

Cloudflare, perusahaan yang berbasis di San Francisco, mengonfirmasi masalah ini dan menyatakan sedang menyelidiki gangguan yang berpotensi berdampak pada sejumlah besar pelanggan mereka.

Baca juga:  Prestasi Internasional, Walikota Maulana Raih Bintang Semangat Rimba Perak, Dukungan Kepemudaan Jambi Diakui

Insiden ini dengan cepat memicu “internal server error” di ribuan situs yang mengandalkan jaringan Cloudflare, dengan sebagian besar laporan merujuk pada error 500 yang memengaruhi dashboard internal dan API perusahaan.

Dampak Global Meluas: Media Sosial hingga Layanan Musik Terdampak

Menurut data dari DownDetector, lebih dari 10.000 laporan gangguan masuk dalam hitungan menit, menunjukkan dampak luas di Amerika Serikat, Inggris, India, dan berbagai negara lainnya.

Baca juga:  Upaya Redakan Konflik Timur Tengah,Prabowo Berencana Kunjungi Teheran Bersama PM Pakistan

Gangguan ini tidak hanya memengaruhi media sosial tetapi juga layanan populer seperti Spotify, League of Legends, Truth Social milik Donald Trump, dan Letterboxd.

Ironisnya, bahkan DownDetector—yang sering menjadi acuan pemantauan ikut kesulitan beroperasi karena juga menggunakan infrastruktur Cloudflare.

Ketergantungan Infrastruktur Internet Jadi Sorotan

Insiden ini kembali menyoroti betapa besarnya ketergantungan internet global pada penyedia infrastruktur terpusat seperti Cloudflare.

Perusahaan ini menangani rata-rata 78 juta permintaan HTTP per detik dan menyediakan perlindungan siber penting bagi jutaan situs.

Baca juga:  Prabowo: Indonesia Siap Berperan Aktif di Dewan Perdamaian Gaza

Gangguan pada satu provider dapat menimbulkan single point of failure, melumpuhkan berbagai platform yang tampak tidak saling terkait secara serentak.

Cloudflare terus bekerja untuk memitigasi dampak dan memulihkan layanannya, meskipun pemulihan terjadi secara bertahap.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait