Jangan Dianggap Sepele, Kesemutan Bisa Jadi Gejala Penyakit Ini

Parestesia adalah kondisi kesemutan dan mati rasa yang bisa jadi tanda gangguan saraf. Kenali penyebab, gejala, dan kapan harus waspada agar tidak berdampak serius.

SEPUCUKJAMBI.ID – Sensasi kesemutan, kebas, atau seperti tertusuk jarum sering kali dianggap hal sepele.

Padahal, dalam dunia medis kondisi ini dikenal sebagai Parestesia, yang bisa menjadi tanda gangguan pada sistem saraf.

Parestesia merupakan sensasi tidak normal pada kulit yang umumnya muncul di tangan, kaki, lengan, atau tungkai.

Gejalanya bisa berupa kesemutan, mati rasa, rasa terbakar, hingga sensasi seperti tersengat listrik ringan.

Secara umum, kondisi ini terbagi menjadi dua jenis, yaitu sementara dan kronis. Parestesia sementara adalah yang paling sering dialami dan biasanya tidak berbahaya.

Kondisi ini terjadi akibat tekanan pada saraf, misalnya saat duduk terlalu lama, bersila, atau posisi tidur yang menekan bagian tubuh tertentu.

Baca juga:  Dirbinmas Polda Jambi: Satpam Garda Terdepan Keamanan Masyarakat

Saat saraf tertekan, aliran darah dan sinyal saraf terganggu sehingga memicu sensasi kesemutan. Namun, kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya setelah posisi tubuh kembali normal.

Berbeda dengan itu, parestesia kronis perlu mendapat perhatian lebih. Jika kesemutan terjadi terus-menerus atau berulang tanpa sebab jelas, hal ini bisa menjadi indikasi masalah kesehatan yang lebih serius.

Salah satu penyebab yang cukup umum adalah kekurangan nutrisi, terutama vitamin B12 yang berperan penting dalam menjaga fungsi saraf tetap optimal.

Selain itu, kondisi seperti Diabetes juga dapat memicu parestesia. Kadar gula darah yang tinggi dalam jangka panjang dapat merusak saraf, yang dikenal sebagai neuropati diabetik, sehingga menyebabkan sensasi kebas atau kesemutan, terutama di kaki.

Baca juga:  12 Kali Transaksi Narkoba, Dua Kurir Ditangkap Ditresnarkoba Polda Jambi

Beberapa faktor lain yang juga bisa menjadi pemicu antara lain infeksi seperti herpes atau hepatitis, gangguan autoimun seperti Lupus dan Rheumatoid Arthritis, hingga efek samping obat-obatan tertentu.

Gejala parestesia tidak hanya sebatas kesemutan. Pada beberapa kasus, penderita juga merasakan sensasi dingin, panas, atau bahkan kelemahan pada bagian tubuh tertentu.

Jika dibiarkan, kondisi ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti berjalan atau memegang benda.

Karena itu, penting untuk mengetahui kapan kondisi ini perlu diwaspadai. Jika kesemutan hanya terjadi sesekali dan cepat hilang, biasanya tidak berbahaya.

Baca juga:  Sindrom Riley-Day, Gangguan Sistem Saraf Otonom yang Perlu Diwaspadai

Namun, jika berlangsung lama, sering kambuh, atau disertai nyeri dan kelemahan, sebaiknya segera memeriksakan diri ke tenaga medis.

Penanganan parestesia akan disesuaikan dengan penyebabnya. Mulai dari memperbaiki asupan nutrisi, mengontrol penyakit yang mendasari, hingga terapi medis tertentu.

Kesimpulannya, parestesia adalah kondisi yang umum terjadi dan sering kali tidak berbahaya.

Namun, jika muncul secara terus-menerus, kondisi ini bisa menjadi sinyal adanya gangguan kesehatan yang lebih serius.

Mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan saraf dan tubuh secara keseluruhan.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait