180.000 WNI Bekerja di Jepang, Dubes Pastikan Muslim Indonesia Diterima Baik

Pemerintah Jepang menegaskan terbuka menerima pekerja Muslim asal Indonesia. Jumlah WNI yang bekerja di Jepang kini mencapai 180.000 orang, seiring meningkatnya kebutuhan tenaga kerja di berbagai sektor.

JEPANG, SEPUCUKJAMBI.IDPemerintah Jepang menegaskan tidak memiliki keraguan dalam menerima pekerja Muslim asal Indonesia.

Penegasan tersebut disampaikan oleh perwakilan tertinggi Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Myochin Mitsuru, dalam keterangannya kepada media di Jakarta, Rabu (4/3/2026).

Menurutnya, jumlah pekerja Indonesia yang bekerja di Jepang terus mengalami peningkatan signifikan dan kini telah mencapai sekitar 180.000 orang.

Angka tersebut menjadi bukti bahwa masyarakat Jepang semakin terbuka dan menerima kehadiran tenaga kerja asal Indonesia, termasuk yang beragama Islam.

Baca juga:  Iran Peringatkan Provokasi Israel dan Sekutu Barat Saat Gelombang Protes Meluas

Myochin menjelaskan, perubahan sikap masyarakat terlihat jelas, termasuk di wilayah pedesaan yang sebelumnya relatif minim menerima pekerja asing.

Kini, banyak komunitas lokal di Jepang mulai terbiasa bekerja bersama tenaga kerja Indonesia dan merasakan kontribusi positif mereka.

Ia menilai pekerja Indonesia dikenal rajin, jujur, serta memiliki etos kerja yang baik.

Persepsi positif inilah yang membuat penerimaan masyarakat terhadap WNI semakin luas dari waktu ke waktu.

Kebutuhan terhadap tenaga kerja asing di Jepang terus meningkat seiring menurunnya jumlah penduduk usia produktif.

Baca juga:  Arjit singh Umumkan Pensiun dari Dunia Playback Singing

Sejumlah sektor vital seperti manufaktur, perawatan lansia, hingga sektor jasa kini bergantung pada tambahan tenaga kerja dari luar negeri untuk menjaga stabilitas ekonomi.

Dalam konteks ini, Indonesia menjadi salah satu mitra strategis penyedia tenaga kerja bagi Jepang.

Hubungan ketenagakerjaan kedua negara dinilai semakin solid dan berpotensi berkembang lebih jauh dalam beberapa tahun ke depan.

Selain kerja sama formal antar pemerintah, Myochin menekankan pentingnya hubungan antarmasyarakat atau people-to-people contact.

Baca juga:  Karier Baru Sri Mulyani, Membimbing Mahasiswa Global di Oxford

Menurutnya, saling mengenal latar belakang budaya dan nilai masing-masing menjadi fondasi penting dalam mempererat kerja sama jangka panjang.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa faktor agama bukanlah hambatan bagi warga Indonesia untuk bekerja di Jepang.

Selama memenuhi persyaratan dan memiliki keterampilan yang dibutuhkan, peluang kerja tetap terbuka luas.

Dengan jumlah pekerja yang telah mencapai 180.000 orang, kerja sama Indonesia–Jepang di sektor ketenagakerjaan diproyeksikan terus menguat di tengah tantangan demografi yang dihadapi Negeri Sakura.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait