Buka Puasa Gratis dan Program Sosial, Jogokariyan Jadi Pusat Komunitas di Yogyakarta

Masjid Jogokariyan Yogyakarta tampil sederhana tapi berperan besar bagi masyarakat. Dari buka puasa gratis hingga program sosial, masjid ini menjadi pusat komunitas yang hidup, transparan, dan peduli sesama.

YOGYAKARTA, SEPUCUKJAMBI.ID – Masjid Jogokariyan di kawasan Mantrijeron, Yogyakarta, tampil sederhana dan menyatu dengan permukiman sekitar, tapi perannya bagi masyarakat sangat besar.

Sejak berdiri, masjid ini tidak hanya menjadi tempat ibadah, tapi juga pusat aktivitas sosial yang memberi dampak nyata.

Salah satu kunci keberhasilan Jogokariyan adalah transparansi pengelolaan keuangan.

Dana infak yang masuk tidak dibiarkan mengendap lama; kas masjid cenderung mendekati nol karena dana langsung disalurkan untuk program sosial, pendidikan, layanan kesehatan, dan bantuan bagi warga yang membutuhkan.

Baca juga:  Pilihan Sarapan Pagi yang Sehat, Mudah, Praktis, dan Enak

Laporan keuangan diumumkan terbuka, sehingga membangun kepercayaan jamaah.

Kampung Ramadan yang Hidup

Setiap Ramadan, kawasan sekitar masjid berubah menjadi Kampung Ramadan Jogokariyan.

Jalanan dipenuhi pedagang takjil dan warga yang datang dari berbagai penjuru kota.

Salah satu kegiatan paling menonjol adalah buka puasa gratis. Sekitar 3.000 porsi makanan dibagikan setiap hari selama Ramadan, mulai dari warga sekitar, mahasiswa, hingga musafir.

Baca juga:  Tradisi Ziarah Makam Keluarga Abdullah Sirait di Kota Jambi Menyambut Bulan Suci Ramadan

Pembagian diatur dengan kupon agar merata dan terorganisir, berjalan rapi berkat koordinasi panitia dan relawan.

Kesederhanaan yang Menguatkan

Dari sisi arsitektur, Jogokariyan mempertahankan karakter masjid kampung yang fungsional. Bangunannya sederhana, tanpa ornamen mewah, dan menyatu dengan rumah-rumah warga.

Kesederhanaan ini memperkuat kedekatan masjid dengan masyarakat, membuatnya tidak terasa eksklusif atau terpisah dari lingkungan sekitar.

Baca juga:  Ngarai Sianok Sumatra Barat, Destinasi Alam yang Masih Otentik dan Sunyi

Dampak Sosial Lebih Besar dari Bangunan

Kekuatan Jogokariyan bukan pada fisik bangunannya, tetapi pada aktivitas dan dampak sosialnya. Masjid ini menjadi ruang ibadah sekaligus pusat komunitas yang hidup, transparan, dan responsif.

Partisipasi jamaah dan kepedulian terhadap sesama membuat masjid ini bergerak besar, meski tampil sederhana.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait