Modal Inti Rp3 Triliun Jadi Tantangan, Gubernur Optimistis Bank Jambi Tumbuh

Modal inti Rp3 triliun menjadi tantangan besar bagi Bank Jambi. Gubernur Jambi Al Haris optimistis bank daerah itu mampu tumbuh melalui penguatan permodalan dan skema KUB demi meningkatkan daya saing dan kontribusi PAD.

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Target pemenuhan modal inti sebesar Rp3 triliun menjadi tantangan besar bagi Bank Jambi.

Meski demikian, Gubernur Jambi Al Haris menyatakan optimistis bank kebanggaan daerah itu mampu tumbuh dan meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional.

Hal tersebut disampaikan Al Haris saat menghadiri kunjungan kerja Komisi II DPR RI di Gedung Mahligai 9, Jumat (20/2/2026).

Ia menegaskan bahwa penguatan permodalan merupakan langkah strategis agar Bank Jambi tetap sehat, kompetitif, dan mampu memenuhi ketentuan regulator.

Baca juga:  PT Jambi Indoguna Kejar Participating Interest Migas, Gubernur Minta Dukungan DPR RI

“Tantangan kita saat ini adalah pemenuhan modal inti Rp3 triliun sesuai regulasi OJK. Namun kami optimistis Bank Jambi mampu tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Untuk menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Jambi menjalankan skema Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama Bank Jabar Banten.

Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat struktur permodalan sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis dan manajemen risiko.

Melalui skema tersebut, Bank Jambi tidak hanya mengejar kepatuhan terhadap regulasi, tetapi juga memperluas akses layanan keuangan hingga ke daerah pelosok.

Baca juga:  Helen’s Play Mart Dinilai Rusak Moral, Ormas Jambi Tuntut Penutupan Permanen

Al Haris menyebutkan bahwa kinerja Bank Jambi saat ini menunjukkan tren yang positif.

Jaringan layanan terus berkembang dan kontribusi terhadap perekonomian daerah semakin nyata, khususnya dalam pembiayaan sektor UMKM.

Penguatan modal inti dinilai menjadi fondasi penting agar pertumbuhan tersebut semakin berkelanjutan dan mampu meningkatkan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Dalam forum tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Dede Yusuf, juga menekankan pentingnya tata kelola profesional bagi seluruh BUMD, termasuk bank daerah.

Baca juga:  Wali Kota Maulana Serahkan Santunan Kematian Korban Bencana Alam Kota Jambi

Ia mengingatkan agar BUMD dikelola secara transparan, berbasis kinerja, dan tidak menjadi beban fiskal daerah.

Bagi Pemerintah Provinsi Jambi, momentum ini menjadi kesempatan memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat demi mendorong Bank Jambi naik kelas.

Dengan strategi penguatan modal, kolaborasi KUB, dan dukungan regulasi, Al Haris yakin Bank Jambi mampu menjawab tantangan dan tumbuh sebagai institusi keuangan daerah yang tangguh dan berdaya saing tinggi.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait