Hamil Akibat Pelecehan Guru Silat, Remaja di Jambi Butuh Perlindungan

Seorang remaja perempuan di Jambi hamil delapan bulan diduga akibat pelecehan guru silat di padepokan Delapan Penjuru Mata Angin. Polisi sudah amankan pelaku dan menangani korban melalui Unit PPA Satreskrim Polresta Jambi.

JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Dugaan kasus pelecehan seksual terjadi di padepokan silat di Kota Jambi.

Kasus ini melibatkan seorang guru silat berinisial HS, hingga seorang remaja perempuan inisial IZ (16) hingga hamil delapan bulan.

Orang tua korban telah melaporkan kasus ini ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polresta Jambi.

IZ, yang saat ini duduk di bangku kelas XI SMA, terpaksa menghentikan kegiatan belajarnya karena diminta pihak sekolah untuk mengundurkan diri.

Baca juga:  Patroli Polri di Sungai Batanghari, ABK dan Nakhoda Diberi Imbauan Keselamatan

Selain IZ, terdapat tujuh remaja lainnya yang juga menjadi korban, dengan rentang usia 13 hingga 16 tahun.

Satu di antaranya adalah adik dari IZ. Namun, sejauh ini baru lima korban yang secara resmi melapor kepada pihak berwajib.

Kasus ini pertama kali terungkap pada November 2025 ketika korban IZ diketahui hamil.

Orang tua korban menuturkan bahwa sebelumnya anaknya sempat mengatakan ingin berhenti belajar silat karena kelelahan.

Dari pengakuan korban, baru terungkap fakta pelecehan yang terjadi di lingkungan padepokan silat dekat rumah pelaku.

Baca juga:  Melintas di Depan Mapolda Jambi, Ditintelkam Bagikan Takjil Gratis ke Pengendara

Pelaku HS diduga melakukan pelecehan dengan modus memberikan ilmu tambahan kepada korban, yang ia sebut sebagai “untuk nambah ilmu, ngisi badan.

Aksi itu dilakukan di luar jam latihan normal anggota lain, yakni antara pukul 19.00 – 23.00 WIB, di tiga kali sesi latihan seminggu.

Selain HS, seorang pelaku lain berinisial HR juga telah diamankan pihak kepolisian. HS diketahui selain mengajar silat, juga berjualan ikan di salah satu pasar Kota Jambi.

Baca juga:  BPKN: Konsumen Bisa Minta Ganti Rugi Jika Pertamax Terbukti Dioplos

Salah satu ayah korban menyatakan kekecewaannya dan berharap pelaku diproses hukum seberat-beratnya.

“Kami percaya anak belajar di sana karena prestasinya ikut turnamen, tapi pelaku tega melakukan hal tak pantas,” ujarnya.

Dari pantauan media di lokasi, sepanduk padepokan DPMA masih terpasang, menunjukkan aktivitas latihan masih berjalan.

Polisi terus mendalami kasus ini untuk melindungi korban dan menegakkan hukum.(*)

image_pdfimage_print

Pos terkait