JAMBI, SEPUCUKJAMBI.ID – Baznas Kota Jambi menyalurkan bantuan sosial melalui program akhir tahun, yang menyasar masyarakat yang belum sepenuhnya terakomodasi oleh program bantuan lain.
Program ini mencakup mahasiswa mudim masjid, guru ngaji non-PAMI, pelaksana fardhu kifayah, serta keluarga kurang mampu.
Ketua Baznas Kota Jambi, Dr. Muhammad Padli, S.Pd.I., M.Pd.I, menjelaskan bahwa pihaknya melakukan pendataan khusus untuk masyarakat yang belum masuk dalam data PAMI, Kementerian Agama, atau dinas terkait.
“Mereka inilah yang kemudian kami bantu melalui Baznas, termasuk mahasiswa mudim masjid dan guru ngaji non-PAMI,” ujar Padli, Senin 22 Desember 2025.
Baznas Kota Jambi merinci jumlah bantuan yang disalurkan, yaitu:
-
150 paket untuk petugas fardhu kifayah
-
150 paket untuk guru ngaji non-PAMI
-
40 paket untuk mudim masjid
-
1.000 paket sembako bagi keluarga kurang mampu
Penyaluran secara simbolis dilakukan sekitar 10 persen pada kegiatan tersebut, sementara sisanya akan disalurkan langsung ke masyarakat di 11 kecamatan se-Kota Jambi.
Padli berharap pada tahun berikutnya jumlah bantuan dapat meningkat hingga 100 persen agar manfaatnya lebih luas dirasakan masyarakat Kota Jambi.
Bantuan diberikan kepada pelaksana fardhu kifayah, termasuk penggali kubur, pemandi jenazah, guru ngaji non-PAMI, mahasiswa yang bertugas sebagai mudim masjid, serta keluarga kurang mampu.
Sebanyak 1.000 paket logistik juga disalurkan bagi warga prasejahtera.
Sementara itu, Wali Kota Jambi, Dr. dr. H. Maulana, M.K.M menegaskan, kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah bersama Baznas terhadap masyarakat yang berperan penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan.
“Hari ini kami bersama Baznas Kota Jambi berbagi kepada saudara-saudara kita, mulai dari petugas fardhu kifayah, guru ngaji non-PAMI, hingga mudim masjid yang masih berstatus mahasiswa, serta bantuan logistik untuk warga kurang mampu,” ujar Maulana.
Maulana menambahkan bahwa Baznas merupakan lembaga resmi pemerintah daerah yang menyalurkan zakat, infak, dan bantuan sosial secara transparan dan akuntabel.
Ia berharap pengelolaan dana Baznas dapat membantu pemerintah menurunkan angka kemiskinan di Kota Jambi.(*)







